Pasific Pos.com
Lintas Daerah

Dana Otsus Dukung Program Pembangunan di Puncak Jaya

JAYAPURA,– Bupati Puncak Jaya, Yunni Wonda, mengklaim kebijakan 80 persen dana Otsus untuk dikelola Kabupaten selama ini sangat mendukung berbagai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Yuni memaparkan lima program prioritas yang akan dilakukan bersama Wakil Bupati, Deinas Geley, untuk Puncak Jaya lima tahun ke depan.

“Tadi kami ingin memaparkan dihadapan Gubernur tapi karena waktunya sedikit, jadi kita paparkan yang inti saja terkait pengelolaan 80 persen dana Otsus, pendataan Orang Asli Papua (OAP) dan perda pelarangan miras,” akunya.

Yuni menjelaskan, pihaknya baru saja menetapkan hasil sidang APBD 2018. Dimana ada lima program prioritas dirinya bersama wakil Bupati, Deinas Geley sesuai dengan visi misinya.

Yunni juga mengusulkan kenaikan dana Otonomi Khusus untuk Kabupaten dan Kota se-Papua. Jika sebelumnya, kebijakan Gubernur Papua Lukas Enembe untuk memberikan 80 persen dana Otsus dikelola Kabupaten dan 20 persen untuk Provinsi, maka Yuni berharap ke depan ada kenaikan 90 persen untuk kabupaten dan 10 persen untuk provinsi.

“Kalau perlu ke depan 90:10 sesuai dengan apa yang dipaparkan Dirjen Kemendagri. Sehingga dengan adanya itu para bupati dan walikota di daerah masing masing bisa dengan bebas memasukkan program bagi pelayanan kepada masyarakat,” usulnya.

 

Di kesempatan itu, Kami sudah cantumkan bahwa Puncak Jaya aman, mandiri dan sejahtera. Untuk menuju kesana ada lima program prioritas yang kita masukkan kemarin. Pertama pembangunan infrastruktur yakni jalan dan jembatan menjadi prioritas tinggi.

Kemudian, peningkatan perekonomian dimana kita mau tingkatkan untuk pemberdayaan masyarakat dengan cara kita mau membangun UKM di masing – masing distrik agar masyarakat bisa mengelola hasil bumi di distrik masing masing.

Lalu, menyangkut dengan pendidikan. “Pendidikan ini kemarin kami sudah mendapatkan bantuan di tahun 2018 ini kita akan bangun sekolah satu atap 9 tahun berpola asrama,” terangnya.

Pembangunan sekolah berpola asrama ini dikarenakan banyak sekolah yang berada di pinggiran. Akan tetapi akibat dari gangguan keamanan ada yang dibakar dan dirusak. Nantinya anak anak yang terlantar ini, pemerintah mengambil kebijakan mau membangun pola asrama di dalam kota.

Sementara untuk bidang kesehatan, tambah Yuni juga menjadi prioritas tinggi untuk dimasukkan program pada masa kepemimpinannya. Dimana beberapa distrik yang ada, pihaknya akan melakukan pelayanan kesehatan. Termasuk juga pembangunan fisik yakni sarana dan prasarananya.