Pasific Pos.com
Papua Barat

Cuaca di Manokwari Sulit Diprediksi

Manokwari, TP – Iklim cuaca di wilayah Manokwari berbeda, dimana tidak ada musim yang teratur, sehingga kadang turun hujan dan kadang terjadi panas berkepanjangan.

Kepala Badan Meteorologi Geofisikan dan Krimatologi (BMKG) Stasiun Manokwari, Denny Putirray,  mengatakan tidak menentunya iklim di wilayah Manokwari kurang lebih disebabkan adanya tekanan udara yang masuk di atas wilayah Manokwari dari daerah lain.

“Secara umum di Indonesia ada musim kemarau dan hujan, tetapi di Manokwari tidak ada istilah kemarau dan hujan, karena setiap saat ada hujan,” kata Putirray kepada Tabura Pos di kantornya,  belum lama ini.

Untuk cuaca di Manokwari, Putirray menjelakskan, tidak paten dikenal dengan musim kemarau, karena masih saja terjadi hujan.

“Kalau musim kemarau, tidak ada hujan. Tetapi kalau panas, namun dihari ketujuh atau kedelapan masih ada hujan turun,” kata Putirray.

Putirray menyebutkan, puncak huja terjadi pada bulan Januari sampai Maret,  sedangkan April sampai Oktober curah hujannya merendah.

“Meskipun di Oktober paling rendah, tetapi masih ada hujan. Sekurang kurangnya ada hujan sekitar 100 mili.  Nanti November sampai Desember naik lagi,”terang Putirray.

Putirra menambahkan, alat-alat pengukur yang digunakan di BMKG Manokwari rutin diperbaharui (kaligrasi) yang dilakukan oleh tim dari pusat.

Bertolak dari faktor cuaca yang tidak menentu, maka orang nomor satu di jajaran BMKG Manokwari ini berpesan agar masyarakat lebih waspada. [SDR-R2]