Pasific Pos.com
Papua Selatan

Coklit, Petugas Gunakan Sistim Door To Door

 

MERAUKE,ARAFURA,- Komisi Pemilihan Umum menggelar Gerakan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Data Pemilih Serentak Nasional, Sabtu (20/1). Untuk di Merauke, Coklit dimulai dari kediaman Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus X Sirfefa, di Kelurahan Kamundu, Distrik Merauke.

Saat melakukan Coklit, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) didampingi Ketua KPU Kabupaten Merauke, Antonius Kaize, Komisioner KPU Merauke beserta staf sekretariat, Komisioner KPU Provinsi Papua Beatrix Wanane, serta sejumlah wartawan Merauke.

Ada lima rumah yang menjadi sampel saat Coklit serentak nasional yakni rumah ketua DPRD, rumah Lurah Kamundu, rumah Wakil Ketua I dan II DPRD Merauke serta salah satu rumah tokoh masyarakat. Coklit akan berlangsung hingga Tanggal 18 Februari 2018 mendatang.

Ketua KPU Kabupaten Merauke, Antonius Kaize, berharap seluruh masyarakat bisa mendukung kegiatan ini, sehingga masyarakat yang telah memiliki hak pilih bisa terdaftar di data pemilih dan bisa menggunakan hak pilihnya saat hari pemungutan suara, baik Pemilu Gubernur 2018 maupun saat Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden 2019 mendatang.

“Kenapa moment ini harus dipublikasikan oleh semua media massa? Agar masyarakat tahu bahwa KPU benar-benar serius untuk menghadirkan data pemilih yang berkualitas dengan melaksanakan teknis-teknis tahapan yang dilaksanakan,”ujar Ketua KPU.

Ketua Panwaslu Kabupaten Merauke, Oktofina Amtop,S.Sos berharap pemutakhiran data pemilih ini bisa berjalan sesuai aturan, sehingga data-data yang diambil langsung dari masyakat bisa benar-benar akurat. Kemudian, dari sisi pengawasan selama ini juga telah berjalan dengan baik.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Merauke, Hj.Al Marotus Solikah, SH.I, kepada wartawan di kediamannya, Sabtu (20/1) menyambut baik kegiatan Coklit yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Merauke.”Terimakasih dan apresiasi kepada seluruh krunya KPU, mudah-mudahan ini menjadi penyemangat baru untuk masyarakat,”tukasnya.

Ia menilai Coklit ini sebagai ‘dorongan’ kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara Pilgub. Karena itu, pihaknya juga lewat kepengurusan partai akan mendorong warga masyarakat bagi yang belum terdaftar sebagai pemilih untuk bisa melapor ke petugas yang ada.

Untuk diketahui bahwa Gerakan Coklit Serentak ini dilaksanakan di 171 daerah jelang Pilkada 2018 dengan sistem door to door. Sebanyak tujuh komisioner KPU tingkat pusat, 155 komisioner di tingkat provinsi, 1.905 komisioner tingkat kabupaten/kota, 27.820 panitia pemilihan kecamatan atau distrik, 193.602 panitia pemungutan suara, serta 385.791 petugas PPDP diikutsertakan.