Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis Papua Barat

Cerita Pelanggan PLN Manokwari Keuntungan Gunakan Kompor Induksi

Demo masak di halaman Kantor PLN ULP Manokwari Kota.

Manokwari – PT PLN (Persero) pada puncak peringatan Hari Listrik Nasional ke 75 tahun melaunching Program Konversi 1 Juta Kompor Induksi, Selasa (27/10/2020). Hal ini demi menurunkan tingkat ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

Manager PLN UP3 Manokwari, Sulisiyo mengatakan, untuk merealisasikan konversi kompor LPG ke kompor induksi, pihaknya akan terus memasyarakatkan kompor tersebut sebagaimana telah dilaunching secara terpusat di hari ini dalam Gerakan Indonesia ‘Mandiri Energi Dengan Kompor Induksi’.

Sulisiyo melanjutkan, dari sisi penggunaan, kompor induksi tentu lebih bersih, ramah lingkungan, dan lebih ringkas dibandingkan kompor LPG.

“Kompor induksi juga lebih aman karena tidak menggunakan api sebagai sumber panas. Kompor ini bisa menyala berkat induksi elektromagnetik antara kompor dan media memasak. Masyarakat tidak perlu khawatir kompor akan meledak,” imbuhnya.

Manajemen PLN UP3 Manokwari melakukan demo masak menggunakan kompor induksi sebagai rangkaian dari kegiatan launching kompor induksi di halaman Kantor PLN ULP Manokwari Kota.

Turut serta dalam Demo masak kali ini adalah Influencer dari Papua Barat Joanita Chatarine Veroni Wakum atau sering dikenal sebagai Joan Idol. Serta tidak ketinggalan hadir juga Kopi Mobil (KOMO) sebagai salah satu usaha usahawan yang juga ikut menggunakan kompor induksi dalam produknya.

Selain jago bernyanyi Joan juga sangat senang memasak sehingga pada demo tersebut Joan membuat Nasi Goreng ala Joan Idol. ”

“Ternyata memasak nasi goreng menggunakan kompor listrik lebih praktis dan cepat, tidak perlu khawatir dengan bau gas dan penggunaan kompor induksi ini sangat mudah, ada pengaturan suhu mau lebih panas atau lebih kecil bisa diatur,” kata Joan.

Owner Kopi Mobil (KOMO), Icim, menjelaskan, sejak menggunakan kompor induksi biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dari pada dengan gas tabung.

“Sehari biasanya hanya bisa memproduksi 20 sampai dengan 30 cup kopi, namun dengan kompor listrik bisa sampai 50 cup pemesanan dan pelanggan tidak perlu antri lama,” ucap Icim.

“Sejak pakai kompor induksi, biaya yang saya keluarkan menjadi lebih murah. Sebulan rata-rata seratus ribu-an, gak beda jauh seperti isi token biasa. Selain itu juga lebih praktis, cepat dan bersih, sangat membantu dalam usahawan muda seperti saya,” lanjut dia.

Manager ULP Manokwari Kota, Solar Banjarnahor berharap para pelanggan bisa beralih ke kompor Induksi. Bila ada kendala dalam pelayanan kelistrikan bisa menghubungi PLN 123

“75 tahun lalu masak pakai kayu beralih pada minyak kini lebih mudah kemudian beralih ke elpiji. Perkembangan teknologi memudahkan hidup lebih enak, murah dan cepat. Kini perkembangan teknologi lewat kompor induksi, Kami pun PLN siap terus memberikan Pelayanan terbaik termasuk semakin dekat dengan pelanggan denagn fitur-fitur seperti PLN 123 dan PLN Mobile” ujar Sopar. (Zulkifli/Redaksi)