Pasific Pos.com
Papua Selatan

Cerai Gugat Masih Dominan

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua Pengadilan Agama Merauke, H.Irwan Jamaluddin, S.Ag, SH, MH mengemukakan bahwa sepanjang tahun 2017 lalu pihaknya telah menangani 215 perkara cerai gugat dan 87 cerai talak. Jadi dalam hal ini yang masih mendominasi adalah cerai gugat yang diajukan oleh pihak istri karena istri tidak memiliki hak untuk mentalak. Sedangkan cerai talak adalah pihak suami yang mengajukan. Jadi pihak suami yang meminta ijin agar pengadilan menjatuhkan ikrar talak kepada istri.

Beberapa faktor bisa menjadi penyebab istri menggugat cerai suami meskipun pada dasarnya ketika seorang wanita menikah tentu sudah siap akan resiko yang akan dihadapi dengan sang suami. Tidak jarang mereka betul-betul mengedepankan kesabaran jika tengah menghadapi masalah dengan suami. Namun beberapa di antaranya memang sudah tidak bisa lagi menahan kesabaran sehingga mengajukan gugatan.

Apalagi jika istrinya adalah orang baik-baik dan tidak durhaka terhadap suami sehingga suamilah yang menjadi penyebab perceraian terjadi. Untuk proses lama dengan cepatnya tergantung dari proses pemeriksaannya. Selain itu wajib dilakukan mediasi jika kedua pasangan hadir. Menurutnya, mediasi yang dilakukan pada 353 perkara, ada 54 perkara yang dihadiri oleh kedua pasangan. hadir. Ternyata pada sidang pertama 4 pasangan yang dimediasi berhasil sehingga tidak jadi bercerai.

Hingga saat ini keempat pasangan tersebut masih bertahan dan tidak kembali lagi ke pengadilan. Berdasarkan pengamatan, jumlah yang berpekara terdiri dari pasangan muda dan yang pula yang sudah berumur bahkan sudah memiliki anak berusia dewasa. “Upaya mediasi tetap ditempuh namun jika tidak berhasil barulah berlanjut hingga resmi bercerai. Dalam setiap persidangan majelis selalu menasehati dan berupaya mendamaikan.

Kalau tidak berhasil dimediasi baru periksa perkaranya,”ujar H.Irwan kepada ARAFURA News di ruang kerjanya, Senin (22/1/18). Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebanyak 366 perkara yang ditangani pihaknya selama tahun 2017 lalu.

Namun karena ada sisa perkara dari tahun 2016 lalu sehingga secara keseluruhan berjumlah 404 perkara yang variatif mulai dari soal perubahan nama, perkara asal usul anak, isbat nikah, dispensasi nikah, perkara waris dan ijin poligami.