Pasific Pos.com
Papua Barat

Butuh Dana Rp. 200 Miliar Menjawab Persoalan Pendidikan di Manokwari

Manokwari, TP – Keluhan sekolah di tingkat SD dan SMP di Kabupaten Manokwari yang masih mengalami keterbatasan sarana dan prasarana, akan dijawab secara bertahap.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari, Barnabas Dowansiba, M.Pd terkait permintaan pihak sekolah untuk melengkapi sarana dan prasarananya.

Dowansiba mengatakan, pada 2015 lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari sudah mendata sekolah, baik tingkat SD maupun SMP. Dari pendataan itu, ia menjelaskan, pihaknya menemukan paling banyak sekolah yang membutuhkan peningkatan infrastruktur melalui rehabilitasi bangunan sekolah.

“Rata-rata fasilitas sekolah yang ada di Kabupaten Manokwari sudah tua dan perlu diganti, seperti meja dan kursi yang dikategorikan paling untuk untuk direhabilitasi,” terang Dowansiba yang ditemui Tabura Pos di ruang kerjanya, Jumat (5/1/18).

Selain fasilitas sekolah, Dowansiba mengatakan, pihaknya juga menemukan jika rumah guru, laboratorium, dan perpustakaan yang harus diperhatikan pemerintah.

“Dana itu sudah kami akumulasikan dalam bentuk besaran biaya. Diperkirakan butuh dana sekitar Rp. 200 miliar untuk menjawab persoalan pendidikan di Kabupaten Manokwari,” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk menunjang infrastruktur sekolah, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Bank Dunia melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM). [CR42-R1]