Pasific Pos.com
Papua Barat

Bupati Sesalkan Ramadhan Tahun Ini Tercoreng dengan Meninggalnya Pengunjung Panti Pijat

Manokwari, TP – Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan mengaku sangat menyesalkan dan menyangkan adanya oknum masyarakat yang ditemukan meninggal dunia di salah satu Panti Pijat di Manokwari, beberapa waktu lalu.

Mandacan menilai, kondisi keamanan, ketertiban, masyarakat (Kamtibmas) selama bulan Ramadhan tahun 2018 di Manokwari sudah aman dan nyaman, bahkan hampir 100 persen terjaga.

“Saya rasa kemanan di Manokwari sudah aman, hampir seratus persen aman, tetapi tercoreng dengan meninggalnya masyarakat dip anti pijat,” tutur Mandacan kepada wartawan di kediaman, belum lama ini.

Selaku kepala daerah, Mandacan menekankan, sudah menandatangani surat edaran penutupan sementara seluruh panti pijat dan karaoke selama Ramadhan.

“Kalau panti pijat tidak buka, pasti dia meninggal ditempat lain,” tutur Mandacan dengan sesal.

Orang nomor satu di Pemkab Manokwari ini, berjanji setelah lebaran akan memerintahkan Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk memeriksan izinya.

Bila benar, pemilik panti pijat LK yang terletak di Brawijaya, Makalo itu melanggar instruksinya, makan izinnya akan dicabut. [SDR]