Pasific Pos.com
Papua Tengah

Bupati Isaias Buka Mubes Adat Suku Wate

NABIRE – Bertempat di Guest House Jalan Merdeka Nabire, Selasa (13/2), Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos,MAP membuka secara resmi kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) Adat Suku Wate yang diselenggarakan dalam rangka pemilihan Kepala Suku Wate yang defenitif mewakili masyarakat pesisir dan kepulauan di Kabupaten Nabire.

Isaias Douw dalam sambutannya dihadapan kepada para kepala suku dan seluruh hadirin yang memiliki hak suara untuk memilih kepala suku Wate. ”Saya berpesan agar memilih kepala suku yang benar-benar dapat memperjuangkan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi atau golongan,” tegas bupati.

Lanjutnya, kepala suku yang dapat berperan menjadi bapak dan payung dari Suku Besar Wate dan sub suku yang ada di pesisir dan kepulauan Kabupaten Nabire. Pilihlah sepala suku yang tidak hanya mencari kepentingan diri dan kelompok, tetapi benar-benar melindungi dan mengakomodir kepentingan semua warga Suku Wate dan sub suku pesisir dan kepulauan lainnya.

“Pilihlah kepala suku yang terbuka dan dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk kemajuan Kabupaten Nabire. Saya yakin, bapak ibu lebih paham dan lebih kenal siapa kepala suku yang layak untuk Suku Wate dan Sub suku pesisir dan kepulauan,” katanya.

Pada kesempatan itu, selaku Bupati Nabire menyampaikan, bahwa pemerintah berharap kepada kepala suku yang akan terpilih agar tetap menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendukung semua program yang akan dilakukan dalam rangka kemajuan Kabupaten Nabire yang kita cintai.

“Saya menghimbau agar kita selalu menjaga keamanan dan kenyamanan daerah ini sebagaimana sudah kita ciptakan bersama-sama selama ini. Jangan ikut-ikutan dengan ajakan dari orang atau kelompok lain yang merusak kehidupan masyarakat dan bangsa kita,” tegas Isaias.

Kita semua sebagai warga negara yang baik, memiliki kewajiban untuk menjaga empat pilar bangsa, yakni Undang Undang Dasar (UUD), Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. “Mari kita jaga Nabire dari ancaman terorisme dan radikalisme yang merusak tatanan kehidupan masyarakat,” pungkasnya.(wan/modes)