Pasific Pos.com
Papua Barat

Bupati Buka Paksa Palang di Kantor Kelurahan Amban

Manokwari, TP – Sekelompok warga yang mengaku masyarakat dan ketua RT-RW memalang Kantor Kelurahan Amban di Jl. Gunung Salju, Manokwari, Selasa (27/2) sekitar pukul 11.45 WIT.

Pantauan Tabura Pos di tempat kejadian, warga memalang pintu masuk kantor kelurahan memakai 2 batang Bambu yang dipakukan bersilang dan memasang pamflet yang bertuliskan RT/RW dan masyarakat Kelurahan Amban menolak lurah yang datang dari luar untuk memimpin, Kelurahan Amban harus dipimpin orang Amban.

Ada juga pamflet yang bertuliskan RT/RW dan masyarakat menginginkan Sekretaris Kelurahan Amban yang menjadi Lurah Amban dan Bupati Manokwari segera memekarkan Amban sebagai Distrik Manokwari Tengah sesuai Peraturan Bupati 2001.

Akibat pemalangan itu, aktivitas di Kantor Kelurahan Amban lumpuh, bahkan para pegawai memutuskan meninggalkan kantornya. Atas kejadian ini, Kepala Kelurahan Amban, Adi Prakoso mengaku, dirinya mengetahui kejadian ini, tetapi belum mengetahui secara jelas alasan pemalangan Kantor Kelurahan Amban.

“Saya siap menjalankan tugas saja. Keputusan selanjutnya atas kejadian hari ini, saya serahkan kepada pimpinan, dalam hal ini Bupati Manokwari,” kata Prakoso yang dikonfirmasi Tabura Pos via ponselnya, kemarin.

Secara terpisah, Kapolsek Amban, AKP Marthen Batti mengaku terkejut mendengar warga dan pegawai di Kantor Kelurahan Amban yang melakukan pemalangan secara semena-mena.

“Padahal, kemarin saya sudah berkoordinasi dengan pegawai supaya tidak melakukan tindakan anarkhis,” ujar Kapolsek kepada Tabura Pos di kantornya, kemarin.

Menurut Batti, informasi yang dihimpun anggotanya dari para RT dan RW setempat, pemalangan dilakukan karena warga tidak terima dengan pergantian Anton Mandacan dari jabatannya selaku Lurah Amban.

Dibuka Paksa

Sementara Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan membuka paksa palang di Kantor Kelurahan Amban, Selasa (27/2) sore. Palang dibuka Mandacan didampingi Kapolsek Amban, AKP Marthen Batti bersama aparat keamanan dari Polda Papua Barat.

Dari pantauan, sebelum membuka palang, dia sempat menunggu beberapa waktu dan meminta oknum yang melakukan pemalangan menemuinya. “Siapa yang palang, panggil dia datang ke sini,” ujarnya.

Setelah menunggu cukup lama, Bupati akhirnya membuka paksa palang pintu Kantor Kelurahan Amban dengan menyingkirkan batang Bambu yang dipakai memalang pintu kantor.

“Orang yang palang tidak datang, maka saya buka saja. Ini kantor pemerintahan, jadi tidak boleh dipalang, karena mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Mungkin akibat pemalangan ini, ada masyarakat yang tidak jadi urus surat,” tukasnya.

Mandacan menegaskan, dirinya tidak berkompromi dengan pemalangan kantor. Ditegaskan Bupati, jika ada yang bersikukuh memalang kantor, bersiap-siap berhadapan dengan hukum.

“Dari saya jadi Bupati pimpinan apel, saya tidak pernah lihat mantan Lurah Amban ikut apel. Kalau ikut apel, pasti akan ada pertimbangan dan kalau tidak terima bisa datang ketemu saya di kantor, tidak usah pakai palang kantor,” tandas Mandacan.

Saat itu, ia sempat membaca beberapa tulisan yang ditempelkan di jendela Kantor Kelurahan Amban. Tulisan itu ada pengakuan RT/RW turut memalang kantor dengan tuntutan meminta Amban dimekarkan menjadi distrik.

“Tidak ada RT-RW yang ikut palang kantor. Kalau ketahuan, saya akan tahan insentifnya, karena setiap tahun, pemerintah kasih insentif terima Rp. 6 juta,” ungkap Mandacan.

Sebelum meninggalkan lokasi, orang nomor 1 di jajaran Pemkab Manokwari ini berpesan agar lurah yang baru tetap menjalankan tugas pelayanan terhadap masyarakat dengan membuka kantor. [BOM/SDR-R1]