Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Bupati Berpesan Kepada Warga Gereja Untuk Tidak Mudah Diporakporandakan

SENTANI – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., sebagai wakil Pemerintah memohon dan meminta warga Gereja mampu melihat sesuatu dengan  jernih, tidak mudah diporakporandakan oleh isu yang tidak bertanggung jawab.

Dikatakan Bupati, pada sambutannya saat peresmian  pembangunan gedung gereja GKI Mahanaim Burere dan Rapat kerja III Klasis GKI Waibu Moi, minggu (20/10) pagi.

“Dinamika Keadaan Papua yang kini sedang terjadi menunjukkan Gereja perlu lakukan evaluasi secara kontinyu dari waktu ke waktu dengan beragam bentuk kegiatan dengan tantangan yang semakin berat,” ungkapnya.

“Dan ini akan jadi perhatian kita, bagaimana kesan gereja benar-benar dihayati oleh warga gereja. Gereja adalah satu persekutuan orang-orang percaya siapa saja dari latar belakang budaya dan apapun,” lanjut Mathius.

Mathius menambahkan, perbedaan latar belakang budaya pada setiap jemaat terhimpun dalam satu persekutuan semata-mata berkat karya Tuhan. GKI hadir mewakili semangat itu, GKI bukan gereja lokal atau milik suku tertentu seperti tempat lain. GKI mengandung keesaan Gereja kesatuan bagi semua orang.

“Oleh karena itu, Gereja harus berdiri didepan berbicara tentang tantangan. Kita tidak bisa bedakan satu sama lain, keberagaman adalah kekuatan bagi gereja ini,jadi perlu kiranya lakukan segala persemban yang baik bagi kemuliaan nama Tuhan,”katanya.

Itu berlalu bukan saja di dalam Gereja tetapi juga berlaku di luar gereja. Harus mampu jadi pribadi menebar kebaikan dan menjadi seorang mampu meneruskan kasih Tuhan dengan tidak membedakan siapapun.

Pada sambutannya, Bupati Mathius juga  memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Rapat Kerja (Raker)  ke III yang telah dikerjakan oleh GKI di Tanah Papua.

“Selamat raker ke III , kiranya dalam raker bisa menghasilkan program yang bermanfaat bagi pertumbuhan gereja dan bisa menjawab tantangan di tanah Papua,” pungkasnya.