Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Buku Spirit Ekologi Integral Dilaunching

Jayapura,- Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM menyampaikan terima kasih kepada Pdt.Dr.Karel Phil Erari yang merupakan penulis Buku Spirit Ekologi Integral.

“Hari ini kita launching bukunya Spirit ekologi integral ini sesuai dengan visi misi pemerintah kota dan program kita bagaimana kita merawat alam ini hijau dan juga bersih.”Kata Walikota Jayapura BTM saat menghadiri Launching bedah buku Spirit Ekologi Integral yang dilaksanakan di Gereja GKI Peniel Kotaraja Kamis (1/02/17).

Dikatakan hal ini sudah sejalan sehingga tinggal adanya kerja sama antara Pemerintah Kota Jayapura bersama seluruh gereja-gereja di Kota Jayapura.

“Ini sudah sejalan Jadi tinggal kita kerja sama dengan gereja supaya kota Jayapura menjadi simbol utama untuk melanjutkan apa yang ditulis oleh buku ini mungkin setiap gereja, kita tanam -ohon pohon asli seperti matoa, kelapa, rambutan juga memelihara alam yang Tuhan ciptakan ini.” Ujarnya.

Terkait hal tersebut BTM mengatakan hal ini merupakan salah satu visi Pemerintah Kita Jayapura yakni kota beriman. ” ini juga satu moto yang saya buat kota Jayapura kota kebun Taman Eden buatan maka ini ada 1 gerakan yang kita gunakan juga kita akan menanam pohon matoa di halaman gereja supaya gereja-gereja juga turut berpartisipasi untuk menjaga alam yang Tuhan telah ciptakan.”

Pada kesempatan tersebut BTM juga mengajak agar seluruh masyarakat di Kota Jayapura agar menjaga alam ini dan bersahabat dengan alam.

“Untuk kita semua umat Mari kita bersahabat dengan alam maka alam juga akan bersahabat dengan kita.” ungkapnya.

Sementara itu arahan Ketua sinode GKI di tanah Papua Pdt Andrikus mofu, Mth yang dibacakan oleh Pdt Debora Balubun mengatakan melalui bedah buku ini kita memberikan penghargaan kepada penulis, Pak Erari, atas karya ilmiah khusus di bidang ekologi. Karya ilmiah ini akan dikaji secara ilmiah pula oleh para pakar di bidangnya masing-masing.

“Dalam pengantar atas buku Spirit Ekologi Integral saya katakan bahwa gereja di tanah Papua harus selalu hadir sebagai Garda terdepan dalam melawan setiap praktek penghancuran ekologis. Dengan pernyataan tersebut,saya hendak menegaskan bahwa masalah ekologis adalah masalah eklesiologis. Kita peduli dengan lingkungan bukan semata-mata karena kita penghuni alam ini”, ungkap Pdt Debora.

Dikatakan bedah buku tentang ekologi ini dilakukan menjelang hari masuknya Injil di Tanah Papua, pada tanggal 5 Februari 1855.
Ini hendak menggarisbawahi bahwa perhatian dan kepedulian terhadap lingkungan hidup adalah bagian dari misi gereja.

Dalam hubungan dengan misi gereja tersebut maka kehadiran buku spirit ekologi integral sangat membutuhkan gereja-gereja untuk membangun pola pikir dan praktis pelayanan ekologis demi mewujudkan satu Kondisi kehidupan masyarakat yang damai, aman, adil dan sejahtera.

“Sudah bukan waktunya lagi gereja membisu terhadap kerusakan alam baik oleh karena perubahan iklim maupun karena tindakan manusia gereja sekarang ini sudah harus menjadi gereja yang mengasihi alam,” ucapnya.

“Karena itu, pada kesempatan yang baik ini saya menghimbau jemaat dan klasis GKI di tanah Papua agar menjabarkan ke dalam program kegiatan-kegiatan lingkungan demi menjaga kelestarian alam dan memelihara keberlanjutan hidup berbagai spesis yang ada di dalam alam ini”. Tutupnya.