Pasific Pos.com
Papua Tengah

BPPRD Optimis Gali WP Tahunan

NABIRE – Badan Pelayanan Pajak Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Nabire optimis dengan terus mendata dan menggali objek-objek pajak baru sekaligus memferivikasi kembali data Wajib Pajak (WP) tahunan yang masih aktif dan yang sudah tidak aktif, alias tidak beroperasi perlu didata kembali.

H. Ganis Komarianto, SE,M.Si mengatakan, dengan banyaknya hal kesulitan-kesulitan dihadapi oleh tim BPPRD, tetapi kami tidak pantang menyerah, selalu optimis melakukan terobosan-terobasan terbaru guna menyadarkan masyarakat yang ada di kabupaten Nabire.

Lanjutnya, mengali pajak yang selama ini masih bisa digali, kami coba terapkan dan meningkatkan kualitas SDM Aparatur Sipil Negara, juga tenaga kontrak yang ada. Melakukan penagihan tunggakan PAD tahun sebelumnya. Melakukan perhitungan pajak sesuai aturan yang berlaku.

BPPRD selalu menghimbau lewat media massa, radio, baliho dan door to door (dari pintu ke pintu) sekaligus sosialisasi sambil turun lapangan mendata dan menagih juga disampaikan tentang pentingnya pajak untuk daerah Nabire.

Di tempat yang sama, Fatmawati, STTP menambahkan, dengan mendata juga harus dibagi perwilayah kerja biar lebih efektif. Dalam artian tidak disebar sembarang serta staf dilengkapi atribut resmi BPPRD, seperti papan nama pegawai, rompi dan surat perintah tugas agar dapat meyakinkan WP atas kepercayaannya yang dulu sempat berkurang terhadap pihaknya.

Tentunya staf juga dilengkapi dengan ilmu perhitungan pajak juga wawasan tentang pajak serta dasar hukum pajak agar ketika ditanya WP mereka bisa luwes menjawabnya. “Langkah awal tahun ini yang sudah kami lakukan adalah menyampaikan pengumuman melalui media massa dan RRI tentang membayar pajak pada waktunya dan melaporkan segera jenis usaha barunya. Dan melakukan penagihan tunggakan pajak PBB-P2 serta memferivikasi ulang data wajib pajak per objek pajak,” katanya.

Dengan harapan besar kepada masyarakat Nabire, bahwa pajak adalah sangat penting guna pembangunan daerah. “Jika tidak melakukan pembayaran atau adanya kesadaran bagi masyarakat selaku WP maka akan sulit berkembang. Intinya kami terus melakukan door to door demi kelancaran pembangunan yang ada di kabupaten ini,” ungkapnya.(ris)