Pasific Pos.com
Papua Barat

Bongkar Jaringan Narkotika` Lapas, BNN Amankan 4 Tersangka dan 3 Gram Sabu

Manokwari, TP – Bandan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat kembali membongkar jaringan peredaran narkotika golongan I jenis shabu di Kota Sorong, pada bulan Mei 2018, pekan lalu.

Tim Berantas BNN Papua Barat, Aiptu Zulkarnain menjelaskan penangkapan terhadap 4 tersangka jaringan peredaran narkotika di Kota Sorong ini, berawal dari adanya informasi masyarakat terkait aktivitas peredaran narkotika yang dilakukan pera tersangka.

Kronologisnya, dijelaskan Zulkarnain, awalnya pada tanggal 3 Mei 2018, dilakukan penangkapan terhadap tergsangka Petrus Angkouw alias PA selaku pemakai di sekitar Lapangan Hokky Kota Sorong.

“Waktu itu kami dapatkan informasi kalau di sekitar Lapangan Hokky sering ada transaksi narkoba, saat mendatangi TKP, kami mendapati Mobil yang berhenti dan terparkir Motor disebelahnya, karena curiga anggota saya kerahkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap mobil tersebut dan didapatilah tersangka PA sedang mengkonsumsi sabu,” ungkap Zulkarnain saat confrensi perss di Kantor BNN Papua Barat, kemarin.

Setelah dilakukan penggeledahan, lanjut dia, dari tersangka PA ditemukan 1 paket sabu seberat 1 gram selanjutnya yang bersangkutan diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dikatakannya, sesuai pengakuan tersangka PA, sabu tersebut didapat dari Denni Losu alias DL selaku kurir, atas informasi itu tim kemudian melakukan penangkapan dan pengembangan terhadap DL dan berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 1 gram.

Dari pengakuan tersangka DL, selanjutnya ditangkap 2 tersangka lain yakni Fajar Sugeha alias FG dan Allan Lembong alias (AL), dimana berdasarkan keterangan DL, keduanya tersangka FG dan AL merupakan pengedar.

Dari tangan kedua tersangka FG dan AL, tim juga menemukan 1 paket shabu yang sudah terpakai oleh kedua tersangka dengan berat 0,35 gram.

“Saat kami menginterogasi FG dan AL, mereka mengaku jika sabu tersebut didapatkan dari Lapas Kelas II A Sorong, yang dikendalikan oleh salah satu narapidana kasus narkotika berisial R,” ungkap dia.

Diungkapkan Zulkarnain, dari ke 4 tersangka , pihaknya berhasil mengamankan total barang bukti kurang lebih sebanyak 3 gram. “3 tersangka yakni DL, FG dan AL, diyakini merupakan pemaian lama,” tambahnya.

Menurut Zulkarnaian, selain barang bukti sabu, pihaknya juga mengamankan barang bukti pendukung berupa handphone dan uang tunai yang jumlahnya bervariasi dari masing-masing tersangka, berserta pirex, alat penghisap sabu, dan alat tes urine.

Dirinya mengaku, rencanya pekan depan BNN Papua Barat akan menyerahkan tahap satu berkas perkara dari masing-masing tersangka kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua. “Mereka kita kenakan undang-undang narkotika pasal 112, 114 dan 127, dengan ancaman pidana di atas 5 tahun,” tandas Zulkarnaian,

Sedangkan, Kabid Rehabilitasi BNN Papua Barat, dr. Arianta menambahkan, karena para tersangka juga positif merupakan pemakai sehigga jika perkara tersebut sudah mendapat putusan pengadilan maka mereka layak untuk direhabilitasi.

“Tergantung putusan majelis hakim di pengadilan nanti seperti apa, yang pasti bisa kita rehabilitasi di Manokwari atau dikirim ke balai rehabilitasi sulawesy,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala BNN Papua Barat, Brigjen Pol. Untung Subagyo mengatakan, pengungkapkan jaringan peredaran narkoba dari Lapas kelas II A di Kota Sorong merupakan hasil kerjasama yang baik dengan masyarakat.

“Banyak informasi yang masuk terkait adanya peredaran sabu di Kota Sorong, sehingga saya meminta anggota agar melakukan penyelidikan dan penindakan,” ungkap Kepala BNN.

Lanjut dia, yang menarik dari kasus ini, sabu yang beredar di Kota Sorong dari tersangka DL selaku kurir serta FG dan AL selaku pengedar, ternyata dikendalikan oleh salah satu narapidana dari dalam Lapas Kelas II A Sorong.

“Nanti setelah perkara ini kita lakukan penyerahan tahap I kepada Kejati, yang bersangkutan akan kita tahan sebagai tersangka,” tegas Kepala BNN.

Dia menuturkan, dalam pelaksaan tugasnya di BNN Papua Barat disamping mengutamakan pemberantasan, dirinya juga akan lebih memprioritaskan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, hal ini sudah dilakukan  BNN Papua Barat dalam berbagai tugas dan tupoksi, salah satunya melakukan pembinaan terhadap komunitas agar menjauhui narkoba dan obat-obat terlarang lainnya.

Bukan Cuma itu, dirinya menambahkan, BNN Papua Barat juga melakukan pembinaan life skill kepada mantan narapidana yang sudah selesai menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan dengan harapan mereka bisa diterima di masyarakat dengan kehidupan yang baru dan kemampuan yang dimiliki.

“Ini terbukti banyak manfaatnya dari pada kita harus melakukan penegakan hukum,” tandas dia.[BOM]