Pasific Pos.com
Papua Barat

BOKW Papua Barat Diminta Bantu Wanita Lain yang masih Tertinggal

Manokwari, TP – Halal bi halal sebetulnya dimulai dari kota besar, di mana karena kesibukan sehingga pada momen hari raya Idul Fitri, silaturahmi menjadi berkuran. Oleh sebab itu, halal bi halal sering dilaksanakan untuk berkumpul bersama dan saling memaafkan.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani pada acara halal bi halal yang dilaksanakan Badan Kerja Sama Organisasi (BKOW) Provinsi Papua Barat di Hotel Aston, Manokwari, Kamis (28/6).

Lakotani menjelaskan, dalam konsep Islam, mendapatkan maaf dari Tuhan bagi orang Islam itu lebih mudah daripada dari sesame. Oleh karena itu, ketika Ramadhan dilaksanakan dengan sempurna, maka kata maaf juga dibutuhkan.

“Ini karena dalam hubungan sehari-hari ada kata, ungkapan yang secara tidak sengaja menyinggung orang lain, atau ada perbuatan yang dilakukan dan menyakiti teman, saudara, keluarga, atau tetangga. Jadi momen ini juga untuk itu,” sebutnya.

Dia mengemukakan bahwa dalam berpuasa, yang mengetahui orang berpuasa hanya Tuhan dan orang yang berpuasa. Hal itu, katanya, sesungguhnya melatih orang untuk bersikap dan berlaku jujur.

“Oleh karena itu, kalau boleh sikap yang selama puasa digembleng itu diimplementasikan dan dijaga,” katanya.

Lakotani juga menyebutkan bahwa puasa juga melatih kedisiplinan. Contohnya adalah buka puasa harus teoat waktu. “Jadi apa pun profesi, baik sebagai ASN, anggota TNI atau Polri atau profesi apa pun, ada prestasi yang diraih bila disiplin itu dilaksanakan terus,” sebutnya.

Lakotani juga mengajak para wanita yang tergabung dalam BKOW Papua Barat untuk tidak melihat perbedaan agama, ras, dan golongan, tetapi menjaga persatuan dan bergandengan tangan untuk membantu wanita lain yang membutuhkan dukungan, motivasi, tertinggal, atau yang belum memperoleh kesempatan untuk berkembang dengan baik. Untuk mewujudkan hal itu, menurut dia, harus dimulai dengan membereskan urusan internal dulu.

“Jadi di rumah mesti beres dulu baru di organisasi, baru urus yang di luar,” tegasnya.

Sekali lagi, Lakotani mengingatkan agar memanfaatkan halal bi halal untuk memperkokoh silaturahmi, kebersamaan, persatuan dan kesatuan agar tidak disusupi pihak tidak bertanggung jawab yang ingin memecah bela persatuan. “Manfaatkan untuk saling memaafkan. Semoga BKOW makin berkembang untuk berkontribusi dalam pembangunan Papua Barat yang tercinta,” pungkasnya.

Ustadz Haji M. Thalib dalam hikmah halal bi halal mengatakan bahwa halal bi halal dapat meluruskan benang kusut, mejernihkan air keruh, dan mencairkan benda yang keras. Artinya, di antara sesama, apalagi di dalam organisasi, terkadang tidak sejalan dan ada persaingan tidak sehat. Meski kadang itu sepele, namun karena menyangkut hati sehingga kadang membuat hati menjadi beku.

“Jadi, pada kesempatan ini, kalau mau dosa diampuni, maka momen sesudah Idul Fitri adalah momen untuk saling memaafkan satu sama lain,” ujarnya.

Ketua Umum BKOW Provinsi Papua Barat, Lani Lakotani mengajak 18 organisasi tetap BKOW dan tiga organisasi luar biasa untuk mempererat persaudaraan dan melaksanaka program kerja yang sudah diamanatkan dalam AD/ART BKOW tanpa memandang latar belakang agama, suku, golongan, dan ras.

“Mari samakan perspsi dan laksanakan program kerja untuk wujudkan perempuan Papua Barat yang berkualitas,” ajaknya.

Dia juga mengajak organisasi wanita untuk bergabung dengan BKOW karena sejauh ini masih ada organisasi wanita yang belum bergabung dengan BKOW.

Ketua panitia kegiatan, Suryati Faisal menyebutkan, halal bi halal bertujuan menjali komunikasi dan hubungan harmonis BKOW Papua Barat dengan organisasi anggota. Selain itu, BKOW juga peduli pada sesama dengan memberikan bantuan kepada anggota sebanyak 60 paket.

Halal bi halal itu dihadiri pimpina Forkompimda Papua Barat, perwakilan organisasi anggota BKOW, dan undangan lainnya. (CR44)