Pasific Pos.com
Papua Barat

Bocah Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Swapen Perkebunan

Manokwari, TP – Warga Swapen Perkebunan, Kabupaten Manokwari, digegerkan dengan penemuan mayat seorang anak perempuan bersimbah darah di belakang pagar rumah seorang warga, Kamis (1/3) sekitar pukul 08.00 WIT.

Ketika ditemukan korban yang belakangan diketahui bernama Hijriany Salsabilla, sudah tidak bernyawa. Korban saat itu mengenakan celana pendek berwarna putih yang diturunkan sebatas lutut dan baju berwarna hijau tua yang terangkat sebatas dada.

Dari pantauan di tempat kejadian perkara (TKP), terdapat sepasang sandal berwarna biru dan batu kali berukuran besar yang terletak di atas kepala korban.

Ibu korban, Cicilia Yaranga mengaku, sekitar pukul 06.30 WIT, dirinya sedang bersama korban mengambil kayu bakar di samping rumahnya. Setelah itu, ungkap dia, anaknya tidak lagi terlihat.

“Saya tunggu-tunggu, saya kira dia sudah masuk mandi, saya keluar cari dia, tetapi tidak ada,” kata ibu korban kepada Tabura Pos di kediamannya.

Menurut Cicilia Yarangga, waktu keluar, dia melihat ada seorang laki-laki paruh baya sedang memungut kayu, tetapi dirinya tidak merasa curiga. Sekitar sejam mencari anaknya, dia mendengar ada penemuan mayat.

Sementara tetangga korban, Sudirman mengaku tidak mendengar jeritan apa pun sejak pagi hari. “Kaka saya sedang bersih-bersih, lalu ketemu mayat. Dia langsung telpon polisi,” ungkap Sudirman.

Secara terpisah, Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi membenarkan adanya penemuan mayat seorang anak perempuan di Kompleks Perumahan Swapen Perkebunan.

Diungkapkannya, korban diketahui bernama Hijriany Salsabilla, anak dari seorang anggota Polda Papua Barat yang masih duduk di bangku kelas V SD. Kronologisnya, lanjut Erwindi, sekitar pukul 06.30 WIT, korban dan ibunya mengambil kayu bakar di samping rumahnya.

Saat itu, lanjut Kapolres, korban dan ibunya bertemu seorang laki-laki memakai celana pendek tanpa baju sedang mencari paku bekas, tetapi tanpa merasa curiga, ibu korban mengambil kayu dan dibawa masuk ke rumah. Sekitar pukul 07.00 WIT, ibu korban keluar untuk mencari anaknya atau korban, tetapi tidak ditemukan.

“Sekitar pukul 08.06 WIT, tetangganya bernama Sudirman mendatangi rumah mereka dan menyampaikan ada mayat yang ditemukan di belakang rumahnya, tetapi tidak direspon,” ungkap Kapolres dalam press release yang diterima para wartawan, kemarin.

Ia menambahkan, melihat kondisi korban yang sudah tidak bernyawa, Sudirman melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Diungkapkannya, polisi yang tiba di TKP langsung memasang garis polisi dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Manokwari untuk dilakukan visum.

Erwindi membeberkan, dari hasil visum, ditemukan luka di bagian kepala belakang korban yang menyebabkan kematian, luka lebam di sekujur tubuh korban, patah tulang di bagian lengan kanan, dan luka di anus korban yang diduga hasil sodomi. Namun, ia menambahkan, di bagian kemaluan korban tidak ditemukan tanda-tanda pemerkosaan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan salah satu petugas di RSUD Manokwari yang enggan menyebutkan namanya, di bagian kepala belakang korban terdapat luka robek sepanjang 8 cm dan lebar 4 cm.

Lanjut dia, di sekujur tubuh korban terdapat luka memar dan lengan tangan kanan korban, patah. Di samping itu, di bagian depan alat kelamin korban membengkak dan di anus korban terdapat luka robek, diduga merupakan bekas sodomi.

Sesuai pantauan Tabura Pos, penemuan jenazah Hijriany Salsabilla membuat gempar warga di Kompleks Swapen Perkebunan. Kedua orang tua dan kerabat korban sempat histeris mengetahui anaknya sudah tidak bernyawa lagi. [BOM-R1]