Pasific Pos.com
Papua Barat

BKKBN Ingin Masyarakat Papua Tumbuh Seimbang

Anggi, TP – Program Presiden RI Joko Widodo dalam meningkatkan keluarga berencana dan sejahtera telah dicanangkan 14 Januari 2016 lalu dengan program Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Pembentukan Kampung KB ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden agar manfaat Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil dan wilayah nelayan.

Sekaitan dengan program itu, Kepala BKKBN Perwakilan Papua Barat Benyamin Lado berharap, kehadiran BKKBN di Tanah Papua dapat mendukung masyarakat tumbuh dalam kondisi seimbang, sesuai visi dan misi BKKBN, yaitu penduduk tumbuh seimbang.

“Bukan penduduk tanpa pertumbuhan, tetapi ini penduduk tumbuh seimbang antara jumlah dan kualitas. Silahkan setiap keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga sesuai dengan kemampuan sendiri. Bukan kemampuan bantuan pemerintah ataupun bantuan LSM,” terang Benyamin Lado di Aula Praja Anggi pekan lalu.

Menurut Benyamin, di wilayah Indonesia Timur slogan 2 anak cukup tidak berlaku akan tetapi slogannya adalah keluarga berkualitas.

Nama Kampung KB merupakan pilihan Presiden Jokowi. Dimana saat itu orang nomor satu di negeri ini melihat perkembangan penduduk, dan kondisi kesehatan di Indonesia lalu memerintahkan Kepala BKKBN untuk membentuk Kampung KB diseluruh wilayah Indonesia dan setiap distrik harus ada 1 kampung.

“Tahun 2018, 50 persen dari setiap wilayah tertinggal harus ada kampung keluarga berencana,” terangnya.

Untuk itu butuh dukungan dan keikutsertaan masyarakat agar kegiatan-kegiatan prioritas pembangunan dapat terimplementasikan dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Sesuai tujuannya, bahwa kampung KB hadir dan dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam upaya peningkatkan kualitas hidupnya sehingga memiliki ketahanan dan kesejahteraan yang lebih Baik,” tukasnya.

Kepala BKKBN Papua Barat ini berharap dengan memiliki keluarga yang berkualitas, baik dari segi jumlah ataupun dari segi pola kehidupan dapat menciptakan manusia Indonesia yang berkualitas di masa yang akan datang. “Karena keluarga adalah unit terkecil dari sebuah Negara dan merupakan awal tempat belajar bagi anak sebagai generasi calon penerus bangsa,” tandasnya.[PGF-R3]