Pasific Pos.com
Papua Barat

BI Lakukan Operasional Terbatas, 19-20 Juni

Manokwari, TP – Meski masih dalam suasana liburan Idul Fitri, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua sudah melaksanakan operasional terbatas pada 19-20 Juni. Operasional terbatas hanya untuk melayani sistem pembayaran dan perkasan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Barat, S. Donny Heatubun mengemukakan, Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat sengaja melaksaakan operasi terbatas selama dua hari sejak 19 Juni karena dunia usaha tidak mengenal liburan. Namun karena sudah diputuskan untuk liburan pada 8 Juni hingga 21 Juni, sehingga waktu liburan sangat lama. Oleh karena itu, Bank Indonesia memandang perlu untuk melaksanakan operasional terbatas atau membuka lebih awal untuk melayani dunia usaha.

“Jadi ditetapkan operasional terbatas itu pada 19 dan 20 Juni,” ujar Heatubun kepada Tabura Pos di Kantor BI Perwakilan Provinsi Papua Barat, Selasa (19/6).

Dia menjelaskan, menjelang hari raya Idul Fitri biasanya banyak uang keluar, sehingga uang kartal banyak dipegang masyarakat menjelang, saat hari raya, dan setelah hari raya. Karena itu, bila dunia usaha banyak melakukan pembelajaan, maka uang tunai yang dipegang cukup banyak, namun tidak bisa disetor ke bank karena masih tutup. Dengan demikian, kata dia, BI sengaja melaksanakan operasional terbatas untuk menampung “uang yang kembali” atau inflow. Sebelumnya terjadi outflow karena uang banyak dibelanjakan di merchant.

“Memang kita sengaja buka kan pertama untuk pembayaran dan yang kedua untuk kas. Jadi untuk kliring sekarang sudah bisa,” katanya.

Selain itu, menurutnya, jika ada perbankan yang sudah menerima uang dari nasabah dan ingin menyetornya ke BI juga sudah bisa. “Jadi operasional terbatas untuk dua itu saja, untuk sistem pembayaran dan perkasan,” sebutnya lagi.

Setelah operasional terbatas selama dua hari itu, BI akan beroperasi normal seperti biasa mulai 21 Juni. Namun menurut dia, semestinya untuk sistem pembayaran mulai 19 Juni sudah normal.

“Jadi minggu ini sampai minggu depan itu uang inflow semua. Mungkin nanti akan ada outflow lagi pada saat masuk liburan sekolah. Akan tetapi itu jumlahnya relatif tidak sebesar hari raya seperti Idul Fitri ini,” tukasnya. (CR44)