Pasific Pos.com
Papua Selatan

Berdedikasi Dan Penuh Loyalitas, Sutradara Asal Merauke Dapat Penghargaan

MERAUKE,ARAFURA,-Sutradara dari Kabupaten Merauke, Irham Acho Bahtiar mengemukakan bahwa meskipun dirinya sekarang telah berhasil menjadi seorang sutradara berkelas nasional sama sekali tidak membuat dirinya lupa akan tanah kelahirannya sehingga ia tetap kembali untuk menyambangi daerah di ujung timur tersebut. Bahkan rumah produksi yang ia dirikan juga mengusung nama Rumah Semut Film dimana rumah semut memang menjadi salah satu icon Merauke yang sangat terkenal. Seperti yang diketahui, Acho pernah sukses membuat film dengan mengeksplore keindahan Kota Merauke dan merekrut pemain anak-anak lokal sebagai bintang utama. Atas dedikasinya itu ia akhirnya dianugerahi dari orang nomor satu yakni Bupati Merauke berupa Anim Ha Award. Acho dinilai telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas terhadap Kota Merauke lewat film-filmnya.

Selain di Merauke, Acho juga berhasil mendapat penghargaan Polda Sultra dan Bank Sultra karena dinilai telah melestarikan budaya setempat lewat film Molulo yang memang mengambil lokasi syuting di Kendari. Penghargaan yang telah diterimanya ini semakin memotivasi Acho untuk menghasilkan karya berkualitas dan tentunya disukai banyak orang. Namun Acho tidak membatasi film-filmnya pada satu genre saja karena ia bisa membuat film bertema apapun asalkan memiliki keunikan dan bagus jika diproduksi. “Jadi tidak harus film komedi atau yang bertema kedaerahan saja. Contohnya untuk film Molulo 2 banyak unsur drama yang dimasukkan sehingga sarat dengan adegan sedih.

Jadi akan lebih banyak orang yang menangis daripada tertawa,”terang Acho kepada ARAFURA News di kediamannya, Kamis (21/6). Acho mempunyai prinsip bahwa ia harus melakukan sesuatu yang belum pernah dibuat oleh orang lain.

Untuk itu beberapa filmnya banyak yang mengambil lokasi syuting di daerah karena menurutnya, untuk film dengan lokasi di Jakarta sudah sering dilakukan. Jika tidak ada yang tergerak untuk membuat di daerah lalu siapa lagi? Keputusannya itu akhirnya berbuah manis karena film Molulo yang syuting di Kendari tidak hanya sukses tetapi juga membuat Acho mendapatkan penghargaan. “Saya menyaksikan sendiri saat Molulo diputar, ada fenomena terbaru di Kendari dimana tingginya antusias menonton. Bahkan film ditayangkan hingga jam 2 malam dan ada bioskop yang memutar hingga 15 kali. Saking fullnya, tiket harus dibeli dua hari sebelum film tayang karena bioskop penuh sesak oleh penonton,”jelasnya lagi.