Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Berantas Milo, Kapolsek Sentani Kota Gelar Tatap Muka

 

SENTANI – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sentani Kota menggelar kegiatan tatap muka dengan Kepala Kampung Ifale, Hobong, Ifar Besar, dan Yobeh Terkait Pemberantasan Minum Keras (Miras) Lokal, diruang Unit Binmas Mapolsek Sentani Kota, Sabtu (10/2/18).

Tatap muka tersebut dipimpin Kapolsek Sentani Kota, Kompol. Hakim Sode. SH.MH, didampingi Kanit Binmas Ipda. Sudalna, Bhabinkamtibmas Empat Kampung, Bripka Engel Mayor, Bhabinkamtibmas Bripka Surianto, Bhabinkamtibmas Brigadir Robi, Kepala Kampung Ifar Besar, Lukas Mokay, Kepala Kampung Hobong, George Sokoy, Kepala Kampung Ifale, Arnold Yoku dan Kepala Kampung Yobeh, Septinus Sokoy.

Dalam sambutannya, Kapolsek Sentani Kota Kompol Hakim Sode. SH.MH menjelaskan bahwa maksud dan tujuan dilakukan tatap muka dalam rangka berdiskusi bersama untuk mencari solusi terbaik tentang pemberantasan minuman lokal yang diproduksi oleh masyarakat di empat kampung tersebut serta membuat surat kesepakatan bersama untuk memberantas minuman lokal.

“Sebab soal keamanan, bukan hanya tanggung jawab pihak kepolisian melainkan tanggung jawab kita bersama. Sehingga saat ini kami mengundang saudara sekalian yang mempunyai kewenangan dikampung, untuk bersama-sama bertanggung jawab membantu pihak kepolisian menjaga keamanan,”ujar Hakim mengharapkan.

Menurut Hakim, tindakan kejahatan yang sering terjadi dikampung seperti penganiayaan, KDRT, Pemerkosaan, pencurian lain-lain pada umumnya disebabkan oleh minuman lokal yang diproduksi oleh masyarakat setempat.

“Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah pemberantas Miras lokal seperti melakukan koordinasi terhadap tokoh agama dan pemuda, melakukan sosialisasi terkait dampak dan sanksi hukum serta melakukan operasi penegakan hukum dan juga komitmen bersama dengan melibatkan tokoh masyarakat atau kepala kampung,” katanya.

“Sehingga segala sesuatu akibat Miras di kampung, dapat kita atasi “tambahnya.

Sementara itu Kepala Kampung Ifale, Arnold Yoku mewakili empat kepala kampung menyatakan sepakat untuk bersama mendukung pemberantasan minuman keras khususnya minuman lokal.

“Dikarenakan banyak kejadian kasus penganiayaan, pemerkosaan dan terutama KDRT. Untuk itu, kedepannya perlu adanya sosialisasi dan penyuluhan terlebih dahulu,” terangnya.

“Apabila mereka tetap menjual maka kita akan tangkap dan bawa ke polsek Sentani kota,”tegas Arnold.