Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Bentuk Keberpihakan Pemerintah Merauke Terhadap Petani Padi OAP

 

JAYAPURA, – Sebagai bentuk perhatian dan keberpihakan Pemerintah Kabupaten Merauke terhadap orang asli Papua khususnya orang Marine, dengan membuat pelatihan berupa kelas khusus petani padi secara gratis.

“Dari mana saya mengembalikan, buktinya adalah 11 perusahaan sudah saya coret dari tanah Marine dan kami kembalikan ke rakyat tapi dengan cara membuka sawah supaya tidak hilang,” kata Bupati Kabupaten Merauke, Frederikus Gebze di Kantor Wali Kota Jayapura, Kota Jayapura, Jumat (23/2/18).

Pelatihan dan sekolah gratis ini dilakukan secara turun temurun kepada kelurga petani di Kabupaten Merauke, dengan tujuan sebagai keberpihakan pemerintah daerah setempat untuk orang asli Papua.

“Saya sedang berusaha mengembalikan hak orang asli Papua, yang tadinya dari petani ahli menjadi ahli petani,” kata Gebze.

Selain itu, sebagai bentuk keberpihakan terhadap OAP, beras yang dihasilkan dari sawah orang asli Papua dipakai untuk ekspor. Kalau transmigrasi untuk kebutuhan distribusi ke daerah.

“Dengan begitu bisa memenuhi kebutuhan beras di Papua dan luar daerah Papua tanpa harus impor,” kata Gebze.

Terkait hasil panen padi, kata Gebze, 150 ribu hektar dua kali panen dalam setahun atau 3 juta ton sudah mampu memenuhi kebutuhan rata-rata nasional 11,2 ton. Kalau Maerauke rata-rata 14,7 ton.

“Over kapasitas atau suplai beras sudah bisa memenuhi kebutuhan di wilayah Papua. Bekerja sama dengan Bulog. Saya berencana beras Merauke masuk e-katalog agar masyarakat Papua bisa memilih kualitas beras melalui e-katalog,” kata Gebze.

“Agar beras yang dihasilkan bisa berdaya saing dan produk unggulan. Distribusi beras datang dan keluar melalui satu pintu. Untuk mencegah adanya tengkulak, dan mafia beras. Soal ketersediaan pupuk 60 persen bisa terpenuhi untuk Merauke,” kata Gebze menambahakan.