Pasific Pos.com
Papua Barat

Belum Ada Solusi Penertiban Parkiran Hilux di Pasar Wosi

Manokwari, TP – Upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Manokwari menertibkan parkiran liar mobil Hilux di pasar Wosi, sampai saat ini belum terealisasi.

Pasalnya, sampai saat ini, masih banyak mobil double cabin, yang dengan sengaja diparkirkan pemiliknya di badan jalan pasar Wosi tersebut.

Salah satu pemilik mobil Hilux, Sudding, mengatakan sengaja memarkirkan mobilnya di badan jalan pasar Wosi, karena terpaksa.

Ia mengaku, dirinya dan rekan-rekannya sadar, memarkirkan kendaraanya di badan jalan melanggar aturan karena mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan kemacetan.

Maski begitu, lanjut dia, tidak ada pilihan lain selain memarkirkan kendaraan di badan jalan, karena parkir di dalam terminal Wosi, sudah tidak aman bagi dirinya dan teman-temannya.

Dirinya menuturkan, sudah pernah ditegur dan diarahkan masuk ke terminal Wosi, namun setelah dua hari, dia dan teman-temannya kembali keluar dari terminal dan parkir di depan pasar Wosi atau tempat biasanya.

“Dulu memang sempat ada teguran dan arahan dari pemerintah untuk parkir mobil di dalam terminal Wosi, tapi cuma dua hari saja terus keluar lagi di jalan, karena di dalam terminal tidak aman. Banyak warga datang minta uang dalam keadaan mabuk, mereka minta uang satu mobil 50.000, sementara kami jalan kadang seminggu cuma sekali. Kalau kami tidak kasih uang, mereka marah dan melarang parkir mobil di dalam terminal,” ungkapnya kepada Tabura Pos saat ditemui di parkiran mobil, Sabtu (7/7).

Dia mengatakan, tidak masalah jika para supir mobil Hilux diarahkan untuk kembali parkir di dalam terminal atau di tempat lain. Asalkan aman, dimana pajak dan keamanan harus jelas.

“Jika pemerintah mengarahkan kami kembali terminal Wosi sebagai tempat parkir atau ada lokasi lain kami tidak masalah, yang penting pajak dan pengamanannya jelas. Kami juga mengerti kalau kami melanggar, apalagi seingat saya pernah petugas datang tiba-tiba kasih kempes ban mobil tapi kami pasrah saja. Kalau sudah jelas tempatnya pasti kan aman karena kami juga cuma mencari nafkah buat anak dan istri,” terangnya.

Terpisah, salah  warga yang bermukim di sekitar Pasar Wosi, Taju, mengaku sempat resah karena mobil Hilux yang parkir di depan pasar menutupi akses jalan masuk ke rumahnya. Selain itu, keberadaann mobil jalur khusus itu, juga menghalangi jalan masuk ke beberapa warung di sekitar lokasi.

Dikatakannya, Pemkab Manokwari pernah melakukan penertiban dan penindakan terhadap para supir Hilux dan melarang menggunakan badan jalan di depan pasar Wosi, karena Hilux yang diparkir di depan pasar menyebabkan kemacetan dan mengganggu pengguna jalan lain.

“Pemerintah juga telah berupaya agar para supir Hilux ini dapat mematuhi petaruran yang ada dan menempati terminal yang ada sebagai lokasi parkir,” ujarnya. [CR45-R4]