Pasific Pos.com
Lintas Daerah

Batasi Warga ke Kota, KSU Kamora Abadi Buka Dua Cabang di Pomako dan Kampus Biru

KSU Kamora Abadi
2 Koperasi yang dibuka di Pomako dan Kampus Biru (Foto: Istimewa)

Timika, Koperasi Serba Usaha (KSU) Kamora Abadi membuka dua cabang koperasi di wilayah pesisir setelah adanya permintaan warga untuk membuka koperasi disana, yang mana tujuannya untuk menjangkau masyarakat yang jauh dari kota, juga membatasi aktifitas warga untuk tidak ke kota ditengah Covid-19.

“Jadi selama pandemi ini ada beberapa tempat yang masyarakat kita sarankan untuk tidak berkeliaran di kota dan itu mereka sudah patuhi, kebetulan binaan masyarakat saya yang ada di Pomako dan Kampus Biru jadi kita kembangkan menjadi koperasi sembako Koperasi untuk masyarakat nelayan untuk menjual beli ikan,” kata Anggota Komisi B DPRD Mimika, M Nurman saat ditemui di ruang kerjanya di kantor DPRD Mimika, Senin (8/5).

Ia menjelaskan, bulan Mei lalu, Adanya bantuan yang diterima dari Pemkab Mimika melalui Dinas Koperasi kepada KSU Kamora Abadi untuk membuka koperasi dua tempat tersebut, yang tujuannya untuk menjangkau masyarakat yang berada di wilayah pesisir, yaitu koperasi di Pomako dan Koperasi di Kampus Biru.

“Bulan kemarin itu kami meminta bantuan dan mereka dengar aspirasi masyarakat jadi kita minta bantuan ke pemerintah dan dan pemerintah menjawab permintaan itu sebesar Rp 500 juta dari Bupati Mimika melalui Dinas Koperasi, yang tujuannya Bagaimana caranya agar masyarakat ini tidak keluar dari tempat tetapi kita bawa masuk barang jika lokasi mereka dengan tetap beraktivitas tas di daerahnya masing-masing,” jelasnya.

Cabang koperasi yang berada di wilayah Pomako menyediakan sembako, bahan bakar minyak dan alat pancing khusus bagi nelayan serta warung makan yang menyediakan makanan berbahan dasar sagu. Sementara cabang koperasi yang berada di kampus biru berupa wa warung sembako, bahan bakar minyak dan penampungan yang dibeli dari nelayan.

“Ada tiga hal yang kami buat di koperasi itu yaitu warung sembako atau warung makan ikan alat-alat pancing dan tempat jual minyak untuk masyarakat nelayan kemudian yang di belakang warung itu ada tempat binaan jadi masyarakat yang ada di situ kita ajak untuk bagaimana membangun Koperasi ini kedepan, sedangkan di kampus biru itu sembako minyak dan jual beli ikan dan udang di masyarakat,” ungkapnya.

Sebanyak kurang lebih 150 yang menjadi anggota koperasi Kamora Jaya yang saat ini menjalankan koperasi tersebut. Untuk cabang koperasi di Pomako berjumlah 100 orang, sementara koperasi di kampus biru berjumlah 50 orang. Artinya masyarakat yang berada disana diberdayakan melalui koperasi tersebut.

Sementara untuk proses kerjanya, hasil tangkapan dari nelayan untuk ikannya perhari sebanyak 200 kilo, sedangkan untuk udang perharinya sebanyak 50-100 kilo nantinya dibeli oleh koperasi kemudian diangkut ke Timika untuk dijual, nantinya hasil yang ada akan dibagi.

“Jadi untuk cara kerjanya itu dari masyarakat untuk masyarakat Artinya mereka yang menjalankan dan mereka menjualnya melalui koperasi kepada masyarakat dan hasil dari penjualan itu akan dibagi dua koperasi si dengan masyarakat yang dibina itu,” jelasnya.

Ia berharap, ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Pemerintah bisa melihat peluang yang ada baik hasil laut maupun hasil pertanian dengan menjemput langsung ke masyarakat sehingga tidak ada kontak fisik antara masyarakat.

Selain itu untuk mengembangkan koperasi diperlukan motor penggerak yang mengerti tentang koperasi sehingga koperasi-koperasi yang ada di Mimika bisa berkembang.

“Pemerintah terapkan new normal, maka kita minta pemerintah melihat hal-hal yang sudah dilakukan oleh masyarakat yang sifatnya tidak banyak membuat kontak fisik dengan orang lain, kita yang harus turun ke masyarakat bukan masyarakat yang datang ke kota, jadi pemerintah butuh penggerak koperasi yang mengerti biar koperasi bisa berjalan dan mempermudah dengan menyediakan kebutuhan masyarakat,” harapnya. (Ricky)

Artikel Terkait

Wagub : Tak Taat Protokol Kesehatan, Calon Kepala Daerah Didiskualifikasi Saja

Bams

Bupati se Papua Diminta Terbitkan Perbup Disiplin Protokol Kesehatan

Bams

Pegawai Terpapar Corona, Kantor Bappeda Papua Ditutup

Bams

Kemenkes Turunkan Tim, Pantau penanganan Corona di Papua

Bams

PMI Papua Terus Berupaya Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Bams

Polres Waropen Akan Lebih Pertekat Protkes

Afrans

Tindak Lanjuti Inpres No.6, Pemda Waropen Gelar Rapat Internal

Afrans

Alami Defisit, Proyek Besar di Papua Ditunda

Bams

Pemuda Papua Jadi Agen Perubahan Covid-19

Bams