Pasific Pos.com
Kriminal

Baru Sebulan Bebas, Dua Residivis Kasus Narkoba Kembali Ditangkap

Jayapura – Anggota Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua berhasil mengamankan dua residivis peredaran ganja yakni TFJ dan HA, di seputaran Hamadi distrik Jayapura Selatan, Rabu (7/2/18).

Dari tangan kedua pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti ganja kering siap edar yang dikemas di dalam platik berukuran kecil, sedang dan ukuran besar, selain itu juga mengamankan barang bukti lainnya berupa Handphone serta uang tunai.

Wakil direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua, AKBP Baktiar Joko Mujiono, mengungkapkan, penangkapan keduanya berawal dari salah satu pelaku berinisial TFJ yang diamankan lantaran kedapatan memiliki ganja kering di seputaran Hamadi Gunung distrik Jayapura Selatan, Rabu lalu.

“Dari tangan pelaku anggota berhasil mengamankan barang bukti ganja yang dibungkus dalam kantong plastik bening ukuran kecil dan sedang dengan jumlah yang cukup banyak,” kata Baktiar saat melakukan pers rilis di Kantor direktorat Reserse Narkoba Polda Papua, Kamis (8/2/18) siang.

Lanjut Baktiar, dari hasil pengembangan dan interogasi terhadap pelaku TFJ, pihaknya kembali mengamankan pelaku lainnya berinisial HA di seputaran Abepura.

“Hasil pengembangan, polisi berhasil menemukan tersangka baru berinisial HA yang ditangkap di pinggir jalan raya depan Auditorium Universitas Cenderawasih distrik Abepura di hari yang sama serta mengamankan barang bukti ganja kering yang dikemas dan siap diedarkan,” tuturnya.

Baktiar menambahkan, dari hasil pemeriksaan kedua pelaku diduga ada keterlibatan warga negara asing dari PNG, dan kedua tersangka tersebut merupakan residivis kasus yang sama dan baru keluar dari lembaga permasyarakatan Narkoba beberapa bulan lalu.

“keduanya merupakan Residivis kasus yang sama dan kami akan kembangkan diduga kuat mereka ada jaringan lainnya yang ada di kota Jayapura dan bisa disebut mereka merupakan jaringan antara Negara,” jelasnya.

Sementara untuk berat keseluruhan barang bukti yang berhasil diamankan kata Baktiar masih menunggu hasil penelitian dari tim Laboratorium Forensik Polda Papua.

“Kita masih menunggu tim Laboratorium Forensik yang akan menimbang biar lebih pasti. Narkoba ini asalnya dari PNG, diduga ini melibatkan Warga Negara Asing (WNA), tentunya bisa dikategorikan tingkat internasional atau antar negara dan
tersangka ini merupakan pengecer,” jelas Baktiar.

Dirinya pun menuturkan, Kedua tersangka dijerat dengan pasal primer 111 Ayat 1, subsider 127 Ayat 1, dan 114 Ayat 1 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksmal 15 tahun penjara.