Pasific Pos.com
Papua Barat

Baru 10 Hari, Jumlah Pengurus Kartu Kuning Capai 500 Orang

Manokwari, TP – Beredarnya isu dibukanya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Provnsi (Pemprov) Papua Barat tahun 2018, membuat para pencari kerja (pencaker) berbondong-bondong membuat kartu pencari kerja (kartu kuning) di Dinas Ketenagakerjaan dan Tranmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Manokwari.

Kepala seksi penempatan tenaga kerja Disnakertrans Kabupaten Manokwari, Beni Indou, mengatakan pelayanan pengurusan kartu pencari kerja pada umumnya dilayani setiap hari kerja.

Hanya saja, ungkapnya, dua bulan terakhir terhitung Juni dan Juli 2018, antusias  para pencaker untuk mengurus kartu kuning cukup meningkat.

“Pelayanan disini buka setiap hari. Tetapi, mulai ramainya bulan Juni dan Juli in,” katanya kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Selasa (10/7).

Beni menyebutkan, khusus bulan Juli, baru 10 hari pelayanan, sejak tanggal 1 – 10 Juli, jumlah pencaker yang mengurus kartu kuning, sudah mencapai 500 orang lebih.

“Ini saja baru tanggal 10 Juli sudah 500 lebih, kami juga tidak tahu ke depannya, bisa saja sampai ribuan. 500 lebih ini yang urus baru,” jelasnya.

Indou mengungkapkan, berdasarkan berkas yang diajukan kepada pihaknya untuk pengurusan kartu kuning, rata-rata pengurus kartu kuning merupakan para sarjana muda dan mahasiswa.

“Kartu kuning ini berlaku dua tahun, sehingga yang punya tinggal perbaharui. Dan rata-rata yang urus kartu kuning adalah S1, mahasiswa, ada juga yang SMA,” ungkapnya.

Menurutnya, jumlah pengurus kartu kuning akan meningkat, karena belum ada kepastian tanggal penerimaan CPNS, sehingga sebagian besar pencaker diprediksi akan menyiapkan persyaratannya. [SDR]