Pasific Pos.com
Info Papua

Bantuan Keagamaan Tinggal Pencairan

JAYAPURA,- Biro Kesra Setda Papua telah menuntaskan sistem administrasi dana bantuan Otsus untuk keagamaan tahun 2018, menyusul penandatangan kerjasama/ Memorandum of Understanding (MoU) bersama 47 lembaga keagamaan.

Kepala Biro Kesra Setda Papua, Naftali Yogi di Kantor Gubernur Papua, Dok II, Jayapura, Rabu (4/7), mengatakan, Pemprov Papua mengalokasikan dana bantuan Otsus untuk keagamaan tahun 2018 senilai Rp 21,3 Miliar. Di tahun sebelumnya, dana bantuan Otsus keagamaan Rp 21,7 Miliar.

Setelah dilakukan penandatangani MoU bersama ke-47 lembaga keagamaan pada awal Juni 2018 lalu, pihaknya sudah mengusulkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua, untuk diproses pencairannya, dimana dana tersebut masuk ke kas masing-masing lembaga keagamaan.

Khusus untuk dana bantuan Otsus untuk lembaga keagamaan tahun 2018 ini, tegasnya, pencairan dana tahun-tahun sebelumnya. Tapi dilakukan sekaligus, hal ini agar kegiatan lembaga keagamaan berlangsung tanpa hambatan kekurangan dana.

Ia menuturkan, data yang masuk sebenarnya 52 lembaga kegamaan yang mendapat dana bantuan Otsus keagamaan, tapi setelah disurvey ada lima (5) lembaga keagamaan yang tak memenuhi persyaratan.

Persyaratan yang mesti dipenuhi lembaga keagaman, untuk mendapatkan dana bantuan Otsus. Pertama, dari segi keabsahan hukum lembaga keagamaan mesti berkedudukan dan melayani jemaat di Provinsi Papua, bukan diluar Papua, sehingga wilayah kerjanya jelas. Dana diterima bukan digunakan diluar Papua, tapi ini untuk pelayanan pekerjaan Tuhan di Papua.

Kedua, lembaga keagamaan harus memiliki kantor. “Kalau tak ada kantor percuma disini,” katanya.
Ketiga, penyebaran umat di Tanah Papua, meliputui pulau, pesisir dan gunung. “Kalau hanya satu dua Gereja bentuk Sinode untuk apa,” ungkap dia.