Banteng Papua Tengah Didiskualifikasi, Papua Raya Tantang Jawa Barat di Semifinal Soekarno Cup
Jayapura,- Banteng Papua Raya FC dipastikan menghadapi Banteng Jawa Barat pada babak semifinal turnamen Soekarno Cup 2026.
Kepastian tersebut menyusul keputusan panitia pelaksana yang mendiskualifikasi Banteng Papua Tengah dari turnamen karena ditemukan adanya pemain yang berstatus sebagai pemain Elite Pro Academy (EPA).
Berdasarkan regulasi Soekarno Cup 2026, pemain yang berstatus sebagai pemain profesional maupun mantan pemain EPA, Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 Indonesia dilarang memperkuat tim dalam turnamen tersebut. Setiap tim sendiri mendaftarkan 25 pemain yang terdiri atas 20 pemain U-17 dan lima pemain senior.
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Banteng Papua Raya akan menghadapi Banteng Jawa Barat pada babak semifinal.
BTM mengatakan dirinya telah meminta jajaran pelatih melakukan sejumlah pembenahan terhadap permainan tim sebelum menghadapi laga semifinal.
“Saya sudah minta pelatih untuk membenahi tim karena ada banyak kekurangan, mulai dari passing bola, kontrol bola, dan permainan individu,” ujarnya.
Menurut Benhur, sepak bola merupakan permainan kolektif sehingga kerja sama antarpemain menjadi salah satu faktor penting untuk meraih kemenangan.
Menghadapi pertandingan semifinal, ia meminta seluruh pemain Banteng Papua Raya menjaga kondisi fisik, disiplin, serta kekompakan tim. Para pemain juga diminta menjalankan instruksi pelatih selama pertandingan.
“Ikuti perintah pelatih. Tetapi di tengah lapangan, sepenuhnya ada di tangan anak-anak,” tuturnya.
Benhur menyadari pertandingan menghadapi Banteng Jawa Barat tidak akan mudah. Namun, ia tetap optimistis tim asuhan Thomas Madjar tersebut mampu mengamankan kemenangan dan melaju ke partai final.
“Untuk laga semifinal, lawan kita cukup berat. Saya yakin anak-anak Papua Raya FC bisa mengalahkan mereka,” ucapnya.
Ia juga meminta dukungan dan doa dari para orang tua pemain yang akan bertanding.
“Untuk itu kami memohon doa restu dari orang tua anak-anak yang bertanding. Bagi Papua, sepak bola adalah harkat dan martabat orang Papua dan harga diri kita,” ujar Benhur.
Benhur berharap perjuangan Banteng Papua Raya FC di Soekarno Cup U-17 2026 dapat terus berlanjut hingga partai final sekaligus membawa pulang trofi ke Tanah Papua.
