Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Bank Pemerintah Masih Dominasi Pertumbuhan Perbankan di Papua

Jayapura : Provinsi Papua sebagai salah satu provinsi di Indonesia dengan potensi ekonomi yang sangat besar membutuhkan peran Perbankan dalam mendorong ekonominya.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia – Papua Hasiholan Siahaan, diperlukan industry perbankan yang sehat, sehingga pihak yang kelebihan uang bisa menyimpan uangnya di bank dengan aman dan disisi lain pihak yang membutuhkan dana dapat meminjam uang dari bank.
Penjelasan itu disampaikannya pada release bulanan Bank Indonesia kemarin Jumat (29/8) di Aula – Bank Indonesia – Kota Jayapura.
Menurutnya pada triwulan II-2014 ini, kinerja perbankan di Provinsi Papua cukup baik. Hal ini tercermin dari pertumbuhan beberapa  indicator perbankan yang cukup menggembirakan.
 “Dilihat dari total asset perbankan di Provinsi Papua, pertumbuhan asset pada triwulan II 2014 ini, mencapai 14,76 persen, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Bank pemerintah masih mendominasi dengan pangsa asset 82,02 persen dan total keseluruhan perbankan yang beroperasi di Provinsi Papua dengan nilai asset sebesar Rp. 35,70 triliun,” ungkapnya.
Dikatakannya, fungsi perbankan dari sisi penghimpunan dana mengalami peningkatan cukup signifikan, terlihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga yang tumbuh 13,99 persen, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
 “Dana pihak ketiga yang terdiri dari giro, tabungan dan deposito di Provinsi Papua mencapai Rp. 32,89 triliun,”terangnya.
Dijelaskannya, pencapaian itu terdiri dari giro Rp. 12,47 triliun, tabungan Rp.12,50 triliun dan deposito Rp.7,93 triliun. Dalam penghimpunan DPK, dilihat dari share kelompok bank, bank pemerintah masih mendominasi dengan share 79.59 persen.
Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah besarnya dana alokasi APBD dan Dana Otonomi Khusus Pemerintah Daerah, baik itu di tingkat provinsi, kota maupun kabupaten yang ditempatkan pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua maupun Bank Pemerintah lainnya.
“Walaupun tingkat suku bunga relative tinggi, namun pertumbuhan kredit perbankan pada triwulan II-2014, masih berada di batas yang ditentukan yaitu sebesar 14,69 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, “ ujarnya.
Lebih jauh dijelaskannya, pertumbuhan yang cukup tinggi ini disumbang dari pertumbuhan pada kredit modal kerja sebesar 19,37 persen (yoy), kredit konsumsi 13,51 persen (yoy) dan kredit investasi sebesar 7,15 persen (yoy).
Sementara pertumbuhan kredit yang menggembirakan ini disebabkan oleh tingginya konsumsi masyarakat dan semakin pesatnya pertumbuhan dunia usaha di Provinsi Papua, serta besarnya kebutuhan kredit untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
 “Dilihat dari penggunaannya, kredit konsumsi mendominasi dengan share mencapai 47 persen, lalu diikuti share modal kerja 35 persen dan investasi 14 persen,” paparnya.