Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Bank Indonesia Gelar Pasar Murah Non Tunai Selama Tiga Hari

 

JAYAPURA – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua menggelar pasar murah non tunai pada 6-8 Juni 2018 yang dipusatkan di kawasan Taman Imbi, Kota Jayapura, Papua.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Joko Supratikto mengatakan, melalui sinergi dan berbagai upaya yang dilakukan oleh Bank Indonesia, perbankan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua, dapat mendukung kecukupan pasokan.

“Juga kestabilan harga bahan pangan strategis sehingga inflasi di Ramadan dan Idul Fitri dapat terjaga di level rendah, “kata Joko dalam kegiatan pasar murah non tunai.

Dia menambahkan, tujuan dilaksanakannya pasar murah untuk menekan harga bahan pangan di pasaran yang melonjak menjelang hari raya Idul Fitri.

Sama seperti tahun 2017, pasar murah tahun ini dilaksanakan dengan sistem pembayaran non tunai yang didukung oleh Bank Mandiri, BRI dan BNI serta Bank Papua.

Namun yang berbeda, kata Joko, adalah pasar murah non tunai tahun 2017 menggunakan kartu e-money, sedangkan tahun ini menggunakan kartu ATM.

Terkait transaksi menggunakan kartu debit di pasar murah yang dikenakan biaya, Joko menjelaskan, dikenakan kepada para pedagang bukan kepada konsumen.

“Tapi jumlahnya kecil, hanya sekitar 0,1 persen, walaupun dibebankan kepada pedagang tapi pedagang tidak dirugikan sebab kami beri subsidi untuk biaya angkut komoditi yang dijual di pasar murah, “paparnya.

Staf Ahli Gubernur Papua, Ani Rumbiak mengapresiasi Bank Indonesia dan TPID Provinsi Papua lantaran memahami situasi menjelang hari raya Idul Fitri dengan melaksanakan pasar murah selama tiga hari.

“Secara langsung dampaknya sangat baik kepada masyarakat sebab kebutuhan mereka terjawab melalui pasar murah ini terlebih yang akan merayakan Idul Fitri, “kata Ani.

Pasar murah non tunai menyediakan 24 stand yang diisi oleh binaan dari dinas terkait seperti Dinas Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan.

Selain dari dinas pemerintahan, pasar murah non tunai juga menyediakan stand dari Perum Bulog dan sejumlah distributor makanan.

Bank Indonesia juga mendatangkan klaster binaan yang dimiliki yaitu klaster bawang merah dan cabai dari Kabupaten Keerom serta klaster beras dari Nabire.

Pasar murah non tunai juga mengadakan mobil kas keliling dari Bank Indonesia dan perbankan yang siap melayani masyarakat dalam melakukan penukaran uang pecahan kecil.