Pasific Pos.com
Papua Barat

Auri dan Rumadas Saat Ini Menjadi Tanggung Jawab Lapas Manokwari

Manokwari, TP – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari telah mengeksekusi mantan Ketua DPR Papua Barat, Yosef Yohan Auri dan mantan Sekda Provinsi Papua Barat, Marthen Luther Rumadas ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Manokwari, Senin (15/1/18).

Kepala Seksi (Kasie) Intelijen Kejari Manokwari, Abdi Reza F mengaku, sebelum mengeksekusi keduanya, pihak kejaksaan sudah melayangkan beberapa kali panggilan.

Ia menjelaskan, eksekusi ini berdasarkan amar putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 432K/PID.SUS/2015 tertanggal 17 Maret 2017 untuk Marthen Luther Rumadas yang dituntut pidana selama 1 tahun dan 6 bulan serta denda Rp. 50 juta subsider 2 bulan kurangan.

Sedangkan untuk Yosef Yohan Auri dengan amar putusan MA bernomor 848K/PID.SUS/2015 tertanggal 18 Mei 2016 dengan tuntutan pidana selama 4 tahun dan denda Rp. 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

“Dalam proses ini, kami lakukan upaya-upaya persuasif terhadap pihak keluarga supaya menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru,” kata Reza kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, Selasa (16/1/18).

Ditambahkannya, keduanya sudah dititipkan di Lapas Kelas II B Manokwari dan sekarang menjadi tanggung jawab Lapas.

Disinggung tentang kondisi kesehatan keduanya, Reza mengatakan, kondisi keduanya memang dalam keadaan tidak stabil, tetapi itu tidak menjadi halangan untuk proses eksekusi.

“Ini bukan penahanan untuk penyidikan. Ini melaksanakan eksekusi putusan MA. Jadi, apa pun alasannya, baik itu soal kesehatan, tidak menghalangi eksekusi,” tegas Kasie Intelijen.

Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas II B Manokwari, Yosef Yembise mengakui bahwa keduanya sudah berada di Lapas Kelas II B Manokwari. Ditambahkan Yembise, keduanya diwajibkan mengikuti aturan yang ditetapkan di dalam Lapas dan tidak aka nada tindakan diskriminatif.

“Tahanan baru tetap kita registrasi dan diperiksa kesehatannya. Barang bawaan yang dilarang juga kita sita dan yang terpenting masuk sel karantina,” ungkap Yembise kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, Selasa (16/1/18).

Ia menekankan, meski keduanya merupakan mantan pejabat, tetapi tidak ada ruangan khusus yang disediakan untuk mereka. Diutarakannya, meski keduanya dikabarkan dalam kondisi kesehatan yang tidak stabil, tetapi keduanya tetap dilayani seperti warga binaan lain.

Disinggung apakah pihak Lapas akan memenuhi jika keduanya mengajukan pembataran dengan alasan sakit, Yembise menegaskan, pengajuan pembantaran itu dikembalikan ke pihak eksekutor. [BOM-R1]