Pasific Pos.com
Olahraga

Atlet PON Papua Cenderung Kurang Tidur

JAYAPURA,- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua menggelar rapat bersama pengurus untuk mengecek kesiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX Tahun 2020 di Papua.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum (Sekum) KONI Papua, Kenius Kogoya dihadiri Pengurus KONI dan Pusat Latihan Provinsi (Puslatprov), Senin (30/09/2019).

Kenius mengatakan, banyak hal yang dibicarakan dalam rapat tersebut terkait dengan kesiapan PON XX tahun 2020. “Jadi diskusi kita lebih kepada persiapan karena waktu kita sangat singkat, hanya 10 bulan untuk kita persiapkan atlet menuju ke PON” kata Kenius Kogoya kepada wartawan diruang kerjanya.

Dikatakan, dalam rapat ini juga dibahas masalah kesehatan atlet, dimana, banyak atlet kita karena tidak diawasi baik, mereka kurang istirahat pada malam hari, main handphone terlalu banyak sehingga Hemoglobin (HB) nya renda. Ketika ditensi semua 100 ke bawah. Nah ini kondisi-kondisi yang kita lihat.

Oleh karena itu, menyangkut dengan penyiapan pengawasan atlet-atlet kita yang sedang menjalani pemusatan latihan, kami harapkan Puslatprov semakin memantapkan agenda kerjanya untuk mengawasi atlet PON Papua saat mereka latihan bahkan pada saat mereka istirahat malam.

“Atlet Pelatda PON merupakan orang-orang pilihan, namun cara mereka menjalani kehidupan terkadang tidak sesuai dengan gaya hidup sebagai olahragawan, ini yang harus dibenahi mengingat disiplin merupakan kunci keberhasilan seorang atlet.” ujarnya.

Dirinya berharap Puslatprov lebih genjot untuk mempersiapkan diri mengatur agenda dengan baik, bagaimana makan dan minum atlet istirahatnya bagaimana, kemudian sarana prasarana yang mereka latihan selama pemusatan latihan itu yang kita lakukan diskusikan hari ini.

“Dengan waktu yang ada supaya dimantapkan lagi untuk mereka boleh pemusatan latihan baik, baik atlet yang di Papua maupun luar Papua, apalagi kita rencanakan kirim atlet TC ke luar negeri, kami tidak ingin terjadi hal-hal yang membahayakan atlet jika mereka TC keluar negeri, maka kita harus duduk bersama membahas nanti dengan Puslatprov,” ujarnya.