Pasific Pos.com
Papua Tengah

Animo Warga Ikut Daftar Pengawas Pemilu di Meepago Tinggi

NABIRE – Animo warga masyarakat yang ingin mendaftar sebagai calon anggota Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Badan Pengawas Pemilu atau biasa disingkat Bawaslu tahun 2018 di wilayah adat Meepago, yang terdiri dari beberapa kabupaten terbilang tinggi. Ini terbukti dengan dibanjirinya peminat yang telah mengambil formulir pendaftaran.

Data dan informasi yang diterima media ini dari sumber terpercaya menyebutkan, pengambilan formulir pendaftaran masuk menjadi calon anggota Bawaslu di wilayah Meepago, yakni Kabupaten Nabire, Deiyai, Dogiyai dan Paniai akan berakhir pada 5 Juli 2018 (hari ini) dan tercatat hingga hari ketiga, sebanyak 95 orang telah mengambil formulir pendaftaran.

Ketua tim seleksi Bawaslu se Meepago,Philemon Keiya mengatakan, animo masyarakat untuk mendaftar menjadi anggota Bawaslu terbilang tinggi. “Sejak dibuka sudah ada 95 orang yang mengambil formulir. Itu keseluruhan, entah Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai,” ujar Philemon Keiya, Rabu kemarin.

Menurut Keiya, pihaknya telah membuka dua tempat pendaftaran, yakni di Nabire dan tiga kabupaten di pedalaman dipusatkan di Waghete, Deiyai. Dia mengaku salut melihat animo masyarakat untuk menjadi pengawas Pemilu 2019 di Nabire, Paniai, Deiyai dan Dogiyai. “Semoga kedepan bisa bersinergi, dalam mengawal pesta demokrasi yang akan datang,” katanya.

“Ini hari ketiga, peminatnya cukup tinggi. Di Nabire saja sudah mencapai 45 orang. Kalau untuk Paniai ada 28 orang yang sudah daftar. Sedangkan Deiyai baru 15 orang dan untuk Dogiyai ada 7 orang daftar,” kata dia.

Anggota tim seleksi Bawaslu se Meepago, Frederika Korain mengatakan, pengembalian formulir pendaftaran dimulai pada 6 sampai 8 Juli 2017 mendatang.

“Anggota Bawaslu yang terpilih ini nantinya akan bertugas selama pelaksanaan Pilkada kabupaten/kota, Pilgub, Pileg DPR, DPD, dan DPRD, serta Pilpres 2019,” tambah Korain.

Ia meminta kepada masyarakat agar memberitahukan kepada pihaknya terkait temuan kesalahan yang dilakukan oleh Panwaslu selama ini. “Masyarakat pro aktif memberikan informasi atas kesalahan Panwas selama ini,” imbuhnya. (wan/ist)