Pasific Pos.com
Papua Barat

Anak Ditolak, Orang Tua Murid Sambangi Rumah Ketupat

Manokwari, TP – Sejumlah orang tua wali murid menyambangi rumah ketua panitia penerimaan murid baru SMA Negeri 1 di Jl. Manggaupi, Manokwari, Kamis (5/7).

Maksud kedatangan mereka, tidak lain untuk menanyakan proses penerimaan siswa baru di SMA Negeri 1 Manokwari, karena banyak anak yang tidak diterima.

Salah satu orang tua wali murid Amma Umarudin, mengaku heran karena keponakanya tidak diterima di SMA Negeri 1, sekalipun nilainya masuk kriteria.

“Keponakan saya memang dari luar Manokwari, tetapi kebetulan ikut saya dan tinggal di zonasi untuk SMA 1 Manokwari dan untuk nilai mencukupi, sehingga saya tidak paham kenapa tidak diterima, karena namanya tidak tertera dalam hasil pengumuman,” ungkap Saba kepada wartawan di SMA N 1 Manokwari, kemarin.

Dirinya berharap pihak sekolah maupun pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan  dapat mengambil kebijakan agar anak-anak mereka bisa diakomodir sebagai siswa di SMA Negeri 1 Manokwari.

“Kami orang tua secara bergantian ke rumah ketua panitia dan beliau welcome,  sehingga kami agak lega. Kami berharap anak-anak kami bisa 100 persen menjadi siswa SMA Negeri 1 Manokwari karena sebagai sekolah favorit. Selain itu, ada orang tua yang juga ke dinas,” ungkap Amma.

Ketua panitia penerimaan siswa baru SMA N 1 Manokwari, Alian Rumbiak menjelaskan, jika pihak sekolah sedianya hanya hanya mampu menerima 400 siswa baru untuk 10 kelas yang tersedia.

“Tapi yang mendaftar sampai 700. Kita hanya mampu 400 saja, sehingga hanya itu saja yang kami terima. Kita mau bagaimana kalau memang ruangan sudah tidak cukup,” jelasnya.

Dalam pertemuan di halaman SMA N 1 Manokwari, Rumbiak mengaku sempat mengumpulkan nomor pendaftaran dari anak-anak yang tidak diterima untuk selanjutnya diperjuangkan. “Yang tadi terkumpul ada sekitar 50-an,  tapi saya tidak bisa ambil kebijakan sendiri, harus bicarakan dengan panitia yang lain, namun karena panitia yang lain dan kepala sekolah tidak ada, sehingga saya belum bisa ambil keputusan,” jelasnya.

Dicecar terkait adanya nama ganda, Rumbiak mengungkapkan akan mengkroscek kembali, sehingga jika ada nama ganda, akan digantikan dengan yang lain. Apabila pihak sekolah mengambil kebijakan membuka pendaftaran lagi, Rumbiak memperkirakan hanya sekitar 50-an anak yang akan diterima.

“Yang jelas ruangan tidak cukup. Bila sangat terpaksa maka ada laboratorium yang kemungkinan bisa digunakan untuk siswa di luar kuota,” tukasnya seraya menambahkan, jika para orang tua tetap memaksakan untuk mensekolahkan anaknya di SMA N 1 konsekuensinya yang akan diambil adalah berdiskusi dengan para orang tua untuk pembangunan gedung baru.

Pantauan Tabura Pos, aksi protes para orang tua wali murid juga dijaga oleh aparat keamanan dan langsung dipantau oleh Kabag Obs Polres Manokwari Aiptu Subiyanto dan berjalan aman hingga protes usai.

Menindaklanjuti protes para calon siswa dan para wali murid, rencananya pertemuan bersama para orang tua wali. murid akan kembali digelar, Jumat (6/7) hari ini. [SDR-R3]