Pasific Pos.com
Papua Selatan

Anak Aibon Makin Meresahkan

MERAUKE,ARAFURA,-Sejumlah anak penyalahgunaan lem atau yang sering disebut anak aibon yang selama ini berada di seputaran kota, rata-rata tidak mengenyam bangku pendidikan padahal mereka masih berusia sekolah. Namun miris, aktifitas mereka justru lebih banyak dihabiskan di jalan atau memilih mencari uang dengan memarkirkan motor-motor milik pengunjung toko di seputaran kota. Meskipun tidak semua anak-anak jalanan ini menghirup lem namun kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut sehingga dibutuhkan kepedulian semua pihak.

Forum Peduli Penyalahgunaan Lem (FPPL) Kabupaten Merauke salah satu dari berbagai pihak yang peduli terhadap nasib anak-anak bangsa ini. Menurut Ana S.A. Mahuze selaku wakil ketua, diakui bahwa dari sektor pendidikan memang sebagian besar anak-anak aibon ini tidak bersekolah. Ketika pihaknya menggelar kegiatan belajar, bermain dan olahraga ternyata anak-anak tersebut sangat antusias.

Bahkan ketika pihaknya membagikan alat tulis, anak-anak ini begitu bersemangat untuk menulis dan menggambar. “Di situlah kami menilai bahwa mereka rindu untuk sekolah namun tidak ada fasilitas dan perhatian bagi mereka. Oleh sebab itu diharapkan instansi terkait bisa melihat hal ini dan bersama-sama dengan kami untuk membantu pendidikan mereka,”terang Ana kepada wartawan di gedung Vertenten Sai Rabu lalu.

Pihaknya akan terus berupaya melakukan koordinasi dengan instansi terkait sehingga hal ini dapat segera ditindak lanjuti. Bahkan diharapkan ada pertemuan khusus guna membahas permasalahan yang ada. Ke depan tentu akan berkelanjutan. Namun pada intinya, dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya tetap harus ada monitoring dan pengawasan sehingga bisa diketahui keberhasilan maupun perkembangan dari kegiatan yang tengah berjalan.