Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Amankan Surat Mandat Kotak Kosong, Tim Hanas Bakal Lapor Panwaslu

KOBAKMA-Tim sukses pasangan calon bupati R. Ham Pagawak dan calon wakil bupati Yonas Kenelak mengamankan salah satu warga yang kedapatan membawa surat mandat kotak kosong untuk menjadi saksi pada pencoblosan dalam Pilkada Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah, Rabu (27/6).

Langkah yang dilakukan Tim Sukses pasangan Hanas ini, sebab pada Pilkada Kabupaten Mamberamo Tengah, hanya ada satu pasangan calon bupati dan wakil bupati saja, atas nama R. Ham Pagawak dan Yonas Kenelak.

“Ya, kami menyita surat rekomendasi kotak kosong dari salah satu warga pada saat pencobolosan berlangsung di TPS 2 Desa Yagaliam Distrik Kobakma, saat ini surat tersebut sudah kami tahan,” ujar anggota Tim Sukses Hanas, Barend Sibak didampingi Alex Sibak di Kobakma, Rabu (27/6).

Warga yang diamankan tersebut, oleh tim sukses langsung diserahkan kepada pihak keamanan yang sedang melakukan pengamanan di lokasi TPS tersebut.

Barend mengatakan, surat mandat kotak kosong untuk menjadi tersebut dikeluarkan oleh tim pasangan calon bupati yang tidak lolos saat verifikasi oleh KPU.

“Kop surat mandat untuk menjadi saksi tertulis atas nama calon bupati yang tidak lolos, yakni Itaman Thago-Onny Pagawak,padahal kan sudah jelas Pilkada Kabupaten Mamberamo Tengah, hanya diikuti satu pasangan calon atas nama R. Ham Pagawak dan Yonas Kenelak,yang berarti saat Pilkada pasangan Hanas hanya melawan kotak kosong,” ucapnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan ini sama saja dengan proses pembohongan politik terhadap masyarakat, sebab secara yuridis, Pilkada Mamberamo Tengah hanya ada satu pasangan calon saat proses pencoblosan suara.

“Semua pihak mesti berjiwa besar untuk menerima apa yang sudah diputuskan KPU Mamberamo Tengah yang diperkuat hasil dari Mahkamah Agung, bahwa hanya ada satu pasangan calon bupati saja,” katanya.

Dia mensinyalir, saksi kotak kosong ini juga tersebar di TPS-TPS lain di distrik-distrik lain, tidak hanya di Desa Yagaliam Distrik Kobakma saja.

Barend menegaskan, pihaknya akan mengambil tegas sesuai peraturan untuk melaporkan masalah ini kepada pihak Panwaslu Kabupaten Mamberamo Tenga sehingga ada proses lebih lanjut.

“Kami sudah melakukan pertemuan internal, sehingga masalah ini tetap dilaporkan kepada Bawaslu Kabupaten Mamberamo Tengah utuk diproses lebih lanjut,” jelasnya.

Barend menuturkan, surat rekomendasi tersebut tetap ditangan tim, nanti akan diserahkan kepada Panwaslu sebagai barang bukti bersamaan dengan laporan resmi.

“Dalam satu dua hari ini, kam akan mendatangi Bawaslu untuk membuat laporan resmi,” katanya.