Pasific Pos.com
Papua Barat

Alex Merasa Tersinggung Dengan Pernyataan Saksi Dalam Persidangan

Manokwari, TP – Mantan Kepala Seksi Perizinan Pengawasan dan Pemeriksaan, Disperindakop UPT Pasar Wosi, Alex Tamo Ama merasa tersinggung dengan pernyataan saksi di dalam sidang lanjutan dugaan kasus pungutan liar (pungli) di Pasar Wosi yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Senin (2/7) lalu.

Dimana, kata dia, saksi menyebutkan bahwa dirinya bersama istrinya menerima uang dari sejumlah pedangang yang berjualan di areal kantor UPT Disperindakop Pasar Wosi.

Dirinya mengaku, uang tersebut diserahkan kepada abas selaku petuas kebersihan Pasar Wosi. “Uang itu ditaru diatas meja saya dan saya serahkan kepada Abas. Dia jangan sebut saya dan isitri saya terima uang itu,” kata Alex kepada Tabura Pos via ponselnya, Selasa (3/7).

Menurut dia, pernyataan yang disampaikan Abas sangat menyinggung dirinya besarta istrinya. Karena saksi telah menyebutkan mereka menerima uang. Lagi pula uang itu, lanjut dia, dipakai Abas biaya makan dan pengeluaran lainnya.

“Dia bilang begitu nanti orang pikir saya ‘makan uang’. Ada mama-mama di pasar yang jadi saksi kalau saya tidak makan uang,” tarang Alex. Sembari mengungkapkan, selama dirinya bertugas di Pasar Wosi justru dirinya mengeluarkan uang pribadinnya untuk membayar makan para petugas Satpol-PP.

 “Saya tidak pernah menerima uang, uang itu Abas yang terima,” tegas dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi yang berlangsung di PN Manokwari, Senin (2/7) lalu, saksi Sumarno dalam terangannya menerangkan, dirinya berjualan diareal kantor UPT Pasar Wosi sejak November 2017 atas perintah pak Alex, dengan memberikan setoran pajak sebesar Rp. 500 ribu.

Saksi mengatakan, dirinya menyetor pajak pertama pada Desember 2017 kepada istrinya pak Alex, kemudian setoran berikutnya pada Januari 2018 disetor kepada pak Alex sebesar Rp. 300 ribu berdasarkan kesepakatan bersama.

Setoran pajak Februari 2018, tambah saksi, saksi menyerahkan kepada pak Gustap Wanggai sebesar Rp. 300 ribu dan pada Maret 2018 saksi sudah tidak menyetora lagi. Lanjut saksi, dirinya merasa nyaman berjualan diareal kantor UPT Pasar Wosi dan tidak pernah dipaksa untuk membayar pajak karena dari awal sudah ada kesepakatan dengan pak Alex.

Dalam sidang itu pun, saksi Sumarno menerangkan, pak Alex pernah mengusur salah satu pedangang pada Desember lalu karena tidak membayar setoran pajak. Selain itu, saksi mengatakan, ada cleaning service yang membersikan sekitar kantor UPT Pasar Wosi, tetapi dirinya tidak mengenal cleaning service tersebut, tandas saksi. [FSM]