Pasific Pos.com
Info Papua

AIRNav dan TNI AU Amankan Penerbangan di Papua

JAYAPURA,- Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia bekerjasama dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk mengamankan jalur penerbangan udara di wilayah Papua.

General Manager (GM) AirNav Papua, Suwandi dalam keterangan persnya di sela sela kegiatan seminar penguatan kerjasama sipil militer dalam pengelolaan sistem keamanan wilayah dan penerbangan udara di Papua, berlangsung di hotel Aston Jayapura, Selasa (17/7), mengatakan, Kerjasama ini merujuk pada terjadinya sejumlah insiden penembakan terhadap pesawat yang terjadi di Papua.

Seperti yang belum lama ini terjadi di bandara Kenyam, kabupaten Nduga. Dimana terjadi dua kali aksi penembakan oleh kelompok separatis sipil bersenjata terhadap pesawat yang menyebabkan pilot terluka.

“Kerjasama sipil dan militer ini diadakan karena kita semua sadar bahwa di Papua selalu didengungkan kata kata spesifik dan unik.

Spesifiknya Papua adalah factor keamanan. Di Papua terdapat 10 kendala permasalahan praktis tentang penerbangan, salah satunya tentang factor keamanan, oleh sebab itu kami melakukan kerjasama militer dalam rangka penanganan factor keamanan penerbangan.

Pada saat kita terbang, keamanan itu bisa mengancam kapan saja dan kita tidak tahu. Sehingga pada saat ini kami bekerjasama dengan pihak TNI AU untuk melaksankan penjagaan terhadap keamanan penerbangan yang didalamnya ada saudara saudara kita,” ungkapnya.

Sementara Panglima Komando Sektor (Pangkosek) Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas), Marsekal Pertama TNI Jorry S Koloay. Menurut dia, dengan luasnya wilayah udara di Papua, kemudian dengan beroperasinya 300 lebih landasan udara atau bandar udara di Papua dan sekitarnya, lalu banyaknya frekuensi penerbangan dan kerawanan yang ada, maka pihaknya bermaksud untuk memadukan seluruh komponen negara dengan instansi terkait dalam rangka kehadiran negara di seluruh wilayah Indonesia.

“Memang ada beberapa bandara yang belum bisa kita kontrol sepenuhnya karena keterbasan SDM (sumber daya manusia) maupun sarana dan prasarana. Oleh sebab itu kita mencoba memberdayakan seluruh potensi negara dalam konteks bagaimana memperkuat pengelolaan system keamanan wilayah udara dan penerbangan,” ujar Jorry.

Terkait kegiatan seminar, ungkap Jorry, pihaknya mencoba untuk menyelaraskan seluruh fungsi negara, komponen negara, agar bisa bersinergi dengan baik, mulai dari Kementrian Perhubungan, TNI AU, Angkasapura, dan Maskapai Penerbangan.

“Kenapa seminar ini kita laksanakan lebih kepada bagaimana tindak lanjut implementasi operasional kita laksanakan nantinya di Papua. Seluruh Kabandara , Danlanud kita undang, GM Airnav juga kita undang, kita buktikan Papua bisa menjadi contoh bagaimana kita bisa bersinergi mengintegrasikan dan menyelaraskan seluruh komponen bangsa, penguatan system pengolaan wilayah udara dan penerbangan di Papua,” ucapnya.