Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Adanya Monumen ZIKUB, Menag Harap Dapat Memperkokoh Kerukunan di Papua

Monumen ZIKUB
Menteri Agama Fachrul Razi saat menandatangani prasasti pencanangan Pembangunan Gedung LKUB dan Monumen ZIKUB di Kabupaten Jayapura yang disaksikan oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Ketua LKUB Kabupaten Jayapura Pdt. Albert Yoku dan para pejabat lainnya
Dari Pencanangan Gedung LKUB dan Monumen ZIKUB Kabupaten Jayapura

 

SENTANI – Menteri Agama Fachrul Razi meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung Layanan Kerukunan Umat Beragama (LKUB) Kabupaten Jayapura di Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Selain mencanangkan gedung LKUB, Menteri Agama juga mencanangkan pembangunan monumen Zona Integritas Kerukunan Umat Beragama (ZIKUB) yang akan dibangun di jalan masuk menuju Bandara Sentani.

Pencanangan dua pembangunan yang dilakukan oleh Menteri Agama itu dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Papua dengan program ‘Kita Cinta Papua’.

Dengan berdirinya dua bangunan itu, Menteri Agama Fachrul Razi berharap, nantinya dua bangunan itu bisa memperkokoh kerukunan khususnya di Kabupaten Jayapura dan umumnya di Provinsi Papua.

“Tadi kami sudah canangkan (meletakkan batu pertama) pembangunan gedung Layanan KUB dan juga monumen zona integritas kerukunan umat beragama. Saya yakin ini bukan sekedar simbol, tapi betul-betul menunjukkan kerukunan umat beragama khususnya yang ada di Kabupaten Jayapura ini dan umumnya di seluruh Papua,” kata Menag Fachrul Razi.

“Mudah-mudahan dengan adanya monumen ini nantinya membuat kerukunan itu menjadi lebih kokoh lagi. Misalnya, pada saat orang ada singgungan-singgungan sedikit, begitu melihat (monumen) ini dia merasa bahwa kita harus rukun kembali,” lanjutnya.

Fachrul Razi mengapresiasi pencanangan pembangunan gedung Layanan KUB dan juga monumen Zona Integritas Kerukunan Umat Beragama yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder yang ada di daerah ini. Fachrul berharap, kerukunan tersebut bisa ditularkan ke seluruh Papua dan Indonesia.

“Alhamdulillah, saya sangat menghargai upaya ini. Mudah-mudahan kedepannya kita semua lebih rukun lagi. Bukan saja di Jayapura, tapi juga di Papua dan Indonesia,” ucap Fachrul Razi.

Mantan Wakil Panglima TNI ini menyampaikan program ‘Kita Cinta Papua’ di dalam Kementerian Agama RI ini banyak sekali meliputi bidang pendidikan dan lain sebagainya.

“Banyak sekali yang ada di dalam program ‘Kita Cinta Papua’ ini, khususnya di bidang pendidikan. Jadi kami membantu beasiswa kepada 235 anak-anak Papua asli, mulai hari ini mereka berangkat untuk sekolah di enam kota besar di Indonesia. Kami harapkan anak-anak ini sekolah dengan baik hingga mendapat gelar Strata Satu (S1), kemudian di tahun depan dan tahun depannya lagi kita lanjutkan lagi program ini,” paparnya.

“Kalau dia mau lanjut sekolah lagi, maka kita tingkatkan ke sekolah luar negeri misalnya, karena kami punya program yang namanya program 5.000 doktor, itu bisa kita manfaatkan mereka disana. Kami ingin betul-betul anak Papua maju bukan sekarang saja, tapi terus setiap tahun akan ada,” tambahnya.

Disamping itu, kata Fachrul Razi, dalam program ‘Kita Cinta Papua’ ini ada juga bantuan-bantuan terhadap rumah ibadah dan bantuan-bantuan pendidikan kepada 5 (lima) agama termasuk Islam, Katholik, Kristen, Hindu dan Buddha.

“Mudah-mudahan akan jalan semua program-program itu,” katanya.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, menyatakan bahwa pihaknya telah mencanangkan komitmen bersama zona integritas kerukunan umat beragama di Kabupaten Jayapura pada tahun 2016 lalu.

“Pada hari ini bapa menteri akan mencanangkan kelanjutan dari komitmen kami masyarakat Kabupaten Jayapura pada tanggal 28 Mei 2016 lalu dihadapan bapa menteri agama, juga dengan pelaksanaan MTQ tingkat Papua dan Pesparawi yang kami laksanakan pada saat itu bersamaan waktunya dan juga pembukaannya bersama-sama. Diawali dengan pawai keberagaman dari seluruh komponen masyarakat, baik itu dari berbagai agama maupun masyarakat adat dan juga masyarakat Nusantara,” ucapnya.

Komitmen bersama, sambung Mathius, seluruh komponen masyarakat mulai dari berbagai agama, masyarakat adat dan masyarakat Nusantara menyatakan kebersamaan untuk hidup rukun dan berdampingan.

“Kami nyatakan kebersamaan kami di tempat ini, untuk selalu hidup berdampingan dan juga hidup dalam satu kasih kepada sesama manusia. Dalam pencanangan itu, juga dihadiri Gubernur Papua dalam hal ini Wakil Gubernur Papua dan seluruh komponen masyarakat membuat pernyataan bersama menandatangani komitmen bersama untuk hidup bersama dan rukun,” jelas Bupati Jayapura dua periode tersebut.

Lebih lanjut Mathius menyampaikan kerinduan daerah ini adalah bagaimana keharmonisan dan kebersamaan dari seluruh masyarakat, untuk hidup berdampingan saling dukung-mendukung dan saling mendoakan. Karena itu, kata Mathius, yang diajarkan oleh agama apapun di dunia ini.

“Pada hari ini ada dua pencanangan, yakni gedung yang akan digunakan oleh Layanan Kerukunan Umat Beragama dari berbagai agama yang ada di daerah ini,” jelasnya.

Gedung atau Sekretariat Bersama Layanan KUB ini juga akan digunakan oleh pemuda. Baik itu, GMKI, PMKRI, HMI, pemuda Hindu dan Buddha. Tapi, juga pemuda adat Papua dan paguyuban yang ada di Kabupaten Jayapura.

Dalam gedung Layanan KUB ini, mereka bertemu dan berbicara tentang kebersamaan dan kerukunan demi menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Kita tanamkan nilai-nilai yang baik di masa muda mereka, yang diajarkan oleh setiap agama. Dengan demikian, mereka bisa saling berdampingan untuk membangun satu sama lain. Jadi gedung ini dari ufuk timur Indonesia, kita berharap ini bisa menjadi seruan untuk bangsa ini dan kami titipkan kepada bapa menteri dan seluruh petinggi di republik ini, bahwa persaudaraan dan kebersamaan itu adalah sesuatu yang perlu ditanamkan terus-menerus di seluruh Indonesia,” tukasnya.

Artikel Terkait

Berhasil Jaga Kerukunan Umat Beragama, Bupati Tolikara Terima Penghargaan

Bams

Lima Kepala Daerah di Papua Terima Penghargaan dari Menteri Agama

Bams

Tokoh Agama Diminta Jangan Hanya Bicara Tapi Beri Contoh

Arafura News

Kapolsek Onggaya Minta Jaga Kerukunan Beragama

Arafura News