Persiapkan Graduation Kedua, Yuliana Fonataba Usung Konsep Yang Berbeda

MERAUKE– Pendiri YF Modeling and Beauty Camp, Yuliana Fonataba, tengah mempersiapkan acara kelulusan untuk anak didiknya yang telah menyelesaikan pendidikan modeling di sekolahnya. Tentunya momen graduation tersebut akan menjadi momentum bersejarah untuk kedua kalinya setelah dirinya sukses menggelar graduation gelombang pertama pada Juli lalu.

 

Pada graduation gelombang pertama, Yuliana mengemasnya dengan sangat meriah bahkan dibarengi dengan ajang pencarian model. Antusias peserta sangat tinggi saat itu dan pihaknya berhasil mendapatkan bakat-bakat baru anak Papua Selatan. Kepada Pasific Pos di YF Modeling and Beauty Camp, Minggu (18/10), Yuliana mengungkapkan bahwa konsep yang diusung pada graduation gelombang kedua akan berbeda dengan yang pertama.

Namun ia memastikan evorianya tidak kalah spektakuler dengan gelombang pertama. Hal ini penting sebagai bentuk penghargaan kepada anak didiknya yang telah menjalani latihan dengan penuh semangat dan disiplin. Ia berencana mengemas acara yang lebih casual dan lebih menonjolkan karakter sebagai anak-anak dan remaja. Yuliana menyampaikan, para model telah dididik sejak Bulan Agustus dan menjalani latihan sebanyak 16 kali pertemuan.

 

“Selama 16 kali pertemuan itu saya menekankan beberapa hal penting untuk menjadi model profesional, baik cara berjalan di catwalk, photo shoot, manner dan public speaking. Jadi tidak hanya modeling namun public speaking dan manner juga penting diajarkan sebagai bekal mereka kelak ketika lulus dari YF Modeling and Beauty Camp, “ungkapnya.

 

Yuliana menambahkan, graduation direncanakan berlangsung pada pertengahan November dengan jumlah peserta sebanyak 6 orang. Ada alasan tersendiri baginya untuk membagi peserta dengan jumlah yang lebih sedikit, semata-mata agar lebih fokus dalam proses latihan dan lebih efektif hingga para model benar-benar trampil.

“Jika pada gelombang pertama ada 11 orang maka di gelombang kedua ini saya perkecil lagi hanya 6 orang agar mereka konsen dan benar-benar khatam dengan apa yang diajarkan, ” ungkap wanita berpostur tinggi semampai ini. Ia mengungkapkan bahwa dari segi usia, peserta graduation kedua lebih dinamis dan bervariasi.

 

Bahkan ada yang masih sangat kecil dengan usia 5 tahun. Kalau di gelombang pertama yang terkecil berusia 9 tahun. Dirinya salut dengan semangat peserta berusia 5 tahun tersebut karena dapat beradaptasi dengan baik dan mengimbangi para seniornya. Pasalnya, meskipun mereka dikumpulkan dalam satu pelatihan namun materi yang diberikan berbeda untuk kelompok usia.(iis)

Related posts

PLN UIP MPA Siap Hadirkan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang Andal

Fani

Bukber Astra Motor Bersama Konsumen Loyal di Manokwari

Fani

Dandim Merauke dan Kapolres Pastikan Malam Pergantian Tahun Berjalan Aman dan Lancar

Fani

Dua Instruktur Dari Malang Akui Anak Muda Papua Punya Bakat Di Bidang Broadcasting 

Bams

Abdul Rozaq Belum Ditemukan Hingga Hari Kedua Pencarian

Fani

Dankodaeral XI Tinjau Bakti Kesehatan Untuk Suku Asmat

Bams

Leave a Comment