Peran Salimah Relevan, Pemerintah Papsel Buka Pintu Kolaborasi
MERAUKE,- Sebagai salah satu Daerah Otonom Baru (DOB), Papua Selatan terus bergerak maju melakukan percepatan pembangunan. Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia, penguatan ketahanan keluarga dan pemberdayaan perempuan.
Di sinilah peran SALIMAH menjadi sangat relevan dan krusial. Untuk itu Pemerintah Provinsi Papua Selatan siap bersinergi dan membuka pintu kolaborasi dengan SALIMAH untuk bersama-sama membangun masyarakat yang sejahtera dan bermartabat.
Demikian disampaikan Gubernur Papua Selatan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Selatan, Jujuk Riyanto pada pembukaan Rapat Koordinasi Masional (Rakornas) dan Pelatihan Pengurus Salimah (PKPS) ke-2 di Megaria Hotel, Sabtu (23/5).
Tema yang diangkat, “Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak”, merupakan sebuah refleksi yang sangat cerdas dan visioner. Organisasi yang besar dan kuat selalu dimulai dari internal yang solid. Kokohnya kepengurusan dari tingkat pusat hingga ke daerah akan menjadi pondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Kehadiran organisasi harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Program kerja yang dirumuskan tidak boleh sekadar menjadi catatan di atas kertas, tetapi harus mampu menjawab persoalan riil perempuan, anak, dan keluarga di Indonesia, khususnya di tanah Papua Selatan.
Melalui pelatihan kepemimpinan ini diharapkan akan lahir para pemimpin perempuan yang adaptif, memiliki integritas tinggi serta mampu melahirkan inovasi-inovasi program yang menyentuh akar rumput, seperti penurunan angka stunting dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Sementara itu Ketua PW Salimah Provinsi Papua Selatan, Nurjannah Abduh menyampaikan, Rakornas adalah agenda tahunan yang sudah rutin dilakukan dan biasanya dari PP yang mengundang pengurus wilayah ke Jakarta dengan mengutus 2 orang. Tapi tahun ini pihak PP yang datang Papua Selatan.
Terkait dengan PKPS sudah pernah dilakukan tahun lalu secara hybrid untuk yang pertama dan tahun ini memasuki pelaksanaan ke-2. “Kami berharap PW Salimah bisa lebih memahami organisasi sehingga kehadiran Salimah lebih bermanfaat sebagai mitra bagi pemerintah, sesama ormas perempuan yang sesuai dengan visi dan misi Salimah,” tukasnya.
Sebagai ormas perempuan yang baru di Papua Selatan, Salimah berusaha selalu belajar dan berbenah dengan terus melebarkan jaringan, dengan amanah 1 PD Kabupaten Merauke dan 3 PC, yaitu PC Salimah Distrik Merauke, PC Salimah Distrik Kurik dan PC Salimah Distrik Malind.
Selain itu, Salimah juga mempunyai program unggulan yang sudah berjalan, yaitu Baitul Qur’an Salimah (BQS) dan Sekolah Lansia Salimah (SALSA).
Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Salimah, Reny Anggraeni mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak keliling Indonesia kurang lebih satu setengah bulan untuk menyambangi sejumlah wilayah dimana terdapat PW Salimah.
“Alhamdulillah, atas ijin Allah kami bisa hadir di Provinsi Papua Selatan. Namun momentum ini bukan sekedar pertemuan biasa untuk bersilaturahmi dengan pengurus tetapi juga sebuah komitmen dan tanggung jawab, ” terangnya.
Ia menambahkan, Salimah hadir dengan satu tujuan untuk mengokohkan langkah bersama dan berjuang untuk berkontribusi aktif terhadap perempuan, anak dan keluarga Indonesia. Menghadirkan manfaat yang lebih luas, membawa konsep keumatan dan menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil’alamin.
Oleh karena itu pihaknya hadir langsung ke titik-titik wilayah guna memastikan bahwa melalui sosialisasi program juga lewat pelatihan kepemimpinan, pihaknya ingin memastikan bahwa ikhtiar yang dilakukan dalam menggulirkan program tepat guna berjalan baik. Setiap wilayah memiliki program unggulan namun disesuaikan dengan kebutuhan wilayah masing-masing. (iis)
