Arah dasar Keuskupan Jayapura Miliki Makna Pastoral Yang Sangat Mendalam
Jayapura – Sidang Pleno Sinode Keuskupan Jayapura terus berlangsung di Aula BPSDA. Pada sidang pleno ini pembahasan arah dasar keuskupan Jayapura memiliki makna pastoral yang sangat mendalam dan kuat, larena pada dasarnya hasil sinode tersebut yang akan diterapkan untuk kebutuhan pelayanan pastoral di gereja Katolik Keuskupan Jayapura.
Setiap usulan dan saran dari peserta, diterima dalam pleno dan benar-benar hasil dan berasal dari situasi pastoral umat di keuskupan Jayapura.
Sidang dipimpin oleh RP. Konstantinus Bahang selaku moderator. Dalam arahannya, ia menjelaskan teknis presentasi kelompok yang dilengkapi dengan tanggapan forum serta masukan dari tiga pengamat, yakni Theodorus Kosay (antropologi), Budi Hermawan (sosial), dan RP. Fransiskus Zaverius Maria Deidhae (teologi).
Tiga tema utama yang dipresentasikan meliputi upaya mewujudkan Gereja misioner di tengah masyarakat Papua, membangun Gereja yang solider dan terlibat dalam kehidupan sosial, serta menata persekutuan Gereja yang berorientasi pada karya misioner.
Seluruh bahan yang dipaparkan merupakan hasil diskusi kelompok kecil yang sebelumnya telah disiapkan oleh tim sinode dan kemudian diperkaya dengan usulan dari forum serta para pengamat.
Proses persidangan berlangsung tertib dan lancar, ditandai dengan pengelolaan waktu yang baik serta tanggapan yang relevan dari peserta. Tidak terdapat keputusan atau kesepakatan resmi pada sidang pleno ini, karena fokus utama berada pada proses sosialisasi dan pembobotan bahan sinode.

Secara sinodal, persidangan berlangsung dalam suasana terbuka dan partisipatif. Beberapa usulan tambahan dari forum dan pengamat diterima sebagai bagian dari penyempurnaan bahan sinode, tanpa banyak perubahan mendasar.
Sidang pleno ini juga menegaskan arah discernment bersama, yakni keterbukaan Gereja untuk menerima masukan seluruh peserta sebagai bagian dari bimbingan Roh Kudus. Dari sisi pastoral, hasil pembahasan sinode diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata umat di Keuskupan Jayapura.
Sebagai catatan strategis, peserta diharapkan mendalami bahan sinode secara lebih mendalam pada persidangan berikutnya guna menghindari pengulangan pembahasan dan memperkuat proses pengambilan keputusan. (Rilis)
