Astra Motor Papua Targetkan Penjualan 40 Ribu Unit di 2026
Jayapura – Di tengah kondisi pasar otomotif yang masih menghadapi tantangan, Astra Motor Papua tetap mencatatkan kinerja positif.
Sepanjang 2025, penjualan sepeda motor Honda di Papua tercatat tumbuh mencapai 35 ribu unit.
Memasuki tahun 2026, Astra Motor Papua menargetkan penjualan di atas 40 ribu unit.
Kepala Wilayah PT Astra Motor Papua, Thomas Pradu mengaku optimis target tersebut dapat tercapai seiring dengan peluncuran produk baru yaitu New Honda Vario 125, yang diharapkan mampu mendorong kinerja pasar skutik di wilayah Papua.
“Meski market otomotif di Papua cukup menantang dan sempat mengalami kontraksi, secara year on year kami masih mencatatkan pertumbuhan,” ucapnya.
“Kehadiran New Honda Vario 125 diharapkan bisa membantu mendongkrak market di tahun ini,” ujar Thomas usai melaunching Honda New Vario 125, Selasa, 20 Januari 2026.
Khusus untuk model Vario 125, Astra Motor Papua menargetkan penjualan 400–500 unit per bulan, meningkat dibandingkan capaian sebelumnya yang berada di kisaran 300 unit per bulan.
Thomas bilang, optimisme ini ditopang oleh hadirnya varian Vario 125 Street yang menyasar konsumen muda.
“Diharapkan dapat mereplikasi dominasi Honda BeAT yang selama ini menjadi kontributor terbesar penjualan di Papua,” ucapnya.
Untuk pasar Papua secara keseluruhan, sebut Thomas, pertumbuhan penjualan sepeda motor diperkirakan berada di kisaran 10 persen pada 2026.
Thomas pun mengungkapkan, strategi yang diterapkan perusahaan dengan fokus pada pemetaan area pasar yang masih memiliki potensi pertumbuhan.
Dari sisi eksternal, Astra Motor Papua mencermati potensi dampak dari dinamika global terhadap industri otomotif.
Kendati belum berdampak langsung terhadap penjualan di Papua, Thomas mengatakan, sejumlah faktor mulai menjadi perhatian, seperti kenaikan harga komponen.
“Salah satu indikator yang kami pantau adalah kenaikan harga komponen, seperti rem yang harganya naik hingga dua kali lipat. Ini berpotensi mempengaruhi penjualan, namun saat ini kami masih melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi,” jelasnya.
Sementara itu, pihaknya optimis untuk tiga bulan pertama di 2026, kinerja penjualan berada on track, terlebih di Papua memasuki peak season penjualan pada Desember dan Januari.
Terkait potensi kenaikan harga sepeda motor, Thomas mengatakan, pihaknya masih menunggu dan melihat serta mencermati kondisi ekonomi nasional secara keseluruhan.
“Berbagai langkah strategis telah dipetakan untuk menjaga momentum pertumbuhan dan memastikan target penjualan tahun ini dapat tercapai. (Haikal)
