Merekam Jejak Sejarah Mimika dari Masa ke Masa Melalui Foto

Timika – Salah satu upaya membangun rasa cinta tanah air adalah dengan melihat rekam jejak saat suatu daerah terbentuk. Untuk melihat bagaimana sejarah kota Mimika dari masa ke masa, pemerintah kabupaten Mimika bekerjasama dengan Pewarta Foto Indonesia dan PT Freeport Indonesia menggelar pameran foto.

Kegiatan ini menampilkan lebih dari 100 karya foto yang merekam perjalanan sejarah, pembangunan, serta dinamika sosial-budaya Kabupaten Mimika dari masa ke masa — mulai dari masa misionaris, penjajahan Belanda, hingga era modern saat ini.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, resmi membuka Mimika Photo Exhibition 2025 bertema “Merekam Jejak Mimika” yang digelar di Lantai II Diana Mall Timika, Papua Tengah, Jumat (10/10/2025) memberikan apresiasi kepada penyelenggara.

“Terima kasih kepada Pewarta Foto Indonesia Mimika yang telah berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat menghadirkan pameran ini. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah Mimika secara utuh,” ujar Bupati Rettob.

Ia juga menantang para pewarta foto untuk menggali arsip dan dokumentasi lama yang merekam jejak perjalanan Mimika sebelum tahun 1923.

“Kalau PFI Mimika bisa menemukan foto-foto bersejarah yang autentik, kita akan jadikan bagian dari rencana pembangunan Museum Sejarah Mimika,” tambahnya.

Menurutnya, pameran ini bukan sekadar menampilkan karya visual, tetapi menjadi momentum penting untuk menghargai perjuangan dan perjalanan panjang masyarakat Mimika menuju daerah yang maju dan berdaya saing.

Wisatawan mancanegara melihat potret pembangunan Mimika dari masa ke masa di pameran Mimika Photo Exhibition 2015

Ketua PFI Timika, Sevianto Pakiding, menjelaskan bahwa tema “Merekam Jejak Mimika” merupakan bentuk refleksi bersama antara pewarta foto dan masyarakat untuk menghadirkan sejarah visual perjalanan daerah.

“Kami percaya, karya foto bukan sekadar gambar. Ia adalah bahasa universal yang mampu berbicara lebih kuat dari kata-kata,” ujar Sevianto dalam sambutannya.

Melalui pameran ini, lanjut Sevianto, PFI ingin mengajak masyarakat Mimika melihat kembali perjalanan daerah ini yang telah melalui proses panjang transformasi hingga menjadi salah satu pusat pertumbuhan di Tanah Papua.

“Karya foto adalah saksi perjalanan waktu dan bagian dari identitas kolektif yang harus kita jaga. Karena itu, kami berharap ke depan Pemkab Mimika memiliki gedung atau museum khusus untuk menyimpan arsip sejarah Mimika dari masa ke masa,” ungkapnya.

Pameran kali ini merupakan yang keempat diselenggarakan oleh PFI Mimika, namun menjadi yang pertama di Tanah Papua yang secara khusus mengangkat tema sejarah daerah.

Sevianto juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, terutama Bupati Mimika, PT Freeport Indonesia, YPMAK, Manajemen Diana Mall, Cessar Avianto, atas segala dukungan dan bantuannya untuk panitia serta rekan-rekan pewarta yang telah membantu menghadirkan arsip visual bersejarah.

Related posts

Wakapolda Papua Pimpin Rapat Kesiapan Penerimaan Terpadu Anggota Polri

Bams

Pembekalan Juara Regional Festival Vokasi Satu Hati SMK Mitra Binaan Astra Motor Papua

Fani

PKS Kick Off Konsolidasi Menangkan JBR – Hadir di Pilkada Kota Jayapura

Fani

Momen Halal Bi Halal, Wanita Islam Papua Selatan Satukan Hati Dan Perkuat Ukhuwah Islamiah

Bams

Hakim MK Menyoroti Absennya Kejaksaan dalam Rapat Pembahasan Kedua Bawaslu

Fani

5 Alasan Motor Listrik Alva EV Cocok untuk Generasi Muda

Bams

Leave a Comment