Jayapura – Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Ramses Limbong mengatakan, Pemerintah berharap, agar pengusaha muda tidak hanya fokus pada keuntungan pribadi, melainkan juga ikut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dirinya juga mengingatkan peran pengusaha muda untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Papua.
Hal itu disampaikan Pj Gubernur sesaat sebelum membuka musyawarah daerah (musda) ke XIV Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda (BPD HIPMI) Papua di Jayapura, Senin (12/5/2025).
Pj Gubernur bilang, pasca daerah otonomi baru (DOB) terbentuk dan telah menjadi enam provinsi, terjadi perubahan paradigma berpikir. Sebelumnya, ekonomi Papua ditopang dengan sektor tambang dan penggalian.
“Data menunjukan pada triwulan pertama tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Papua mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya, dari 4,8 persen menjadi 3,8 persen. Pengusaha muda Papua memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung transformasi ekonomi daerah,” ucapnya.
Pj Gubernur juga berpesan agar musda tidak hanya dijadikan forum organisasi, tetapi menjadi forum strategis untuk menentukan langkah selanjutnya. Sebagai rumah besar bagi pengusaha muda, HIPMI Papua harus mampu membentuk ekosistem kewirausahaan yang dinamis, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan global.
Dia pun mengingatkan bahwa tantangan di Papua tidak mudah. Wilayah dengan luas daratan 82,68 Kilometer persegi dan lautan 48,89 Kilometer persegi, maka inovasi adalah kunci.
“Di era digital ini, kita tidak bisa mengandalkan cara – cara lama. Pengusaha muda harus tampil dengan ide, teknologi dan cara pandang baru dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Papua terlebih di sektor pertanian, perkebunan, kelautan untuk pengembangan sentra perikanan dan hasil olah ikan,” ucapnya.
Selain inovasi, Pj Gubernur mengatakan, pengusaha muda juga diharapkan berkolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari masyarakat, akademisi, serta investor lokal dan nasional, termasuk bersama pemerintah.
“Kemudian sinergitas untuk menentukan arah. HIPMI harus menjadi jembatan yang menyatukan kepentingan pelaku usaha, masyarakat dan adat serta pemerintah. Lalu, akselerasi, harus bergerak cepat dan tepat dalam menangkap peluang,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua, Max Richard Krey menyampaikan bahwa kendati ekonomi Papua mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya, namun terindikasi positif dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Namun, Max Krey mengingatkan pengusaha muda yang tergabung dalam wadah HIPMI sebagai mitra Kadin, masih berpeluang untuk meningkatkan ekonomi Papua dengan mendorong hilirisasi sumber daya alam dan investasi daerah agar bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di kisaran 3,50-4,50 persen sesuai proyeksi Bank Indonesia.
“Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak bisa berjalan sendiri, butuh sinergitas antara pengusaha, pemerintah, akademisi dan masyarakat. Dalam konteks ini, Kadin Papua berkomitmen menjadi mitra strategis HIPMI dalam mendorong transformasi ekonomi yang inklusif berbasis potensi daerah dan berpihak kepada pengusaha lokal, khususnya UMKM,” pungkasnya. (Zulkifli)