Pengusaha Logistik di Papua Ungkap Penyebab Penurunan Arus Pendistribusian Barang

Jayapura – Pengusaha logistik di Jayapura, Papua mengaku cemas lantaran uang senilai kurang lebih Rp1 triliun belum beredar di masyarakat melalui transaksi jual beli.

Hal itu diungkapkan Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Provinsi Papua, Khoirul Baqi.

Menurut Khoirul, kecemasan itu beralasan sebab tiga bulan terakhir tidak ada klaim dari konsumen untuk pendistribusian barang sejak Januari hingga Maret.

Bahkan Ramadan yang menjadi bulan dimana tingkat konsumsi masyarakat meningkat, justru mengalami penurunan signifikan.

“Tidak ada permintaan konsumen kepada kami atas pendistribusian barang berdasarkan volume yang disampaikan,” ucap Khoirul di Jayapura, Senin (24/3/2025).

Dia pun membandingkan arus pendistribusian barang tiga bulan sebelum natal dan tiga bulan sebelum lebaran terjadi penurunan sebanyak 2.100 kontainer atau sebesar Rp600 miliar sembari menyampaikan bahwa nilai ini bisa menghasilkan Rp1 triliun jika transaksi antara pedagang dan pembeli terjadi dan tidak mengalami penurunan.

“Artinya Januari sampai Maret daya beli konsumen menurun, barang banyak tetapi uang tidak beredar, bahkan beberapa permasalahan terjadi seperti pemutusan hubungan kerja, tunjangan hari raya karyawan belum terbayarkan. Ini mencerminkan ekonomi di Jayapura tidak baik-baik saja,” kata Khoirul.

Menurutnya, penurunan terjadi disebabkan adanya kebijakan pemerintah terkait efisiensi anggaran lantaran daya beli masyarakat meningkat dipengaruhi anggaran pemerintah dari belanja modal untuk proyek dan lainnya.

“Dari penyerapan anggaran pemerintah, masyarakat ikut merasakan, dampaknya juga ke pedagang termasuk yang menjual komoditi bahan pokok. Dari pencapaian target pedagang turun hingga 50 persen selama tiga bulan terakhir,” ungkap Khoirul. (Zulkifli)

Related posts

Pengecekan Kehandalan Suplai Dan Ketersediaan Energi, Bentuk Komitmen Pertamina Bersama Posko Nasional 

Bams

BPJS Kesehatan Tanggung Pelayanan Kesehatan Mental

Fani

Gunakan REC PLN, Kini Produk Katoda Tembaga Freeport Jadi Produk Hijau Berdaya Saing Tinggi

Fani

Persipura Imbang, Persewar Kalah

Bams

Telkomsel Beri Kompensasi untuk Pelanggan Terdampak Gangguan Kabel Laut Sorong–Merauke

Fani

Booth AHM Hadir di Gelaran IIMS 2024

Fani

Leave a Comment