Pasific Pos.com
Papua Barat

70 Persen Warga Manokwari sudah Punya e-KTP

Manokwari, TP – Realisasi pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Manokwari sudah mencapai 70 persen dari total penduduk wajib KTP. Untuk mengejar target 100 persen penduduk memiliki e-KTP, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Manokwari menerapkan sistem jemput bola dengan melakukan perekaman secara mobile ke Sembilan distrik yang ada.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Manokwari, Sikhalik kepadaTabura Pos di ruang kerjanya, Selasa (10/7).

“Selebihnya adalah masyarakat yang belum memiliki KTP. Karena itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil selalu mengimbau agar warga yang sudah mencapai usia 17 tahun atau yang sudah menikah untuk segera mengurus dokume kependudukan, terutama KTP. Karena KTP kegunaannya cukup banyak,” sebut Sikhalik.

Menurut dia, pada tahun ini pihaknya sudah melaksanakan program untuk turun ke distrik-distrik mulai dari dataran Prafi hingga Pantai Utara (Pantura). Diakuinya pula bahwa belakangan ini antusias masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Manokwari cukup tinggi. Hal itu kemungkinan karena masyarakat mereka merasa sangat memerlukannya, terutama masyarakat di pedalaman.

“Oleh karena itu, setiap hari kerja di sini selalu cukup padat. Kita bisa memperkirakan bahwa dokumen kependudukan, terutama KTP sudah sangat diperlukan oleh masyarakat. Jadi yang sangat tinggi kita layani adalah KTP dan kartu keluarga (KK) kalau dokumen lain, seperti akta kelahiran dan akta nikah masih normal,” tuturnya.

Menurutnya, target yang diberikan pemerintah pusat hingga akhir 2018, seluruh masyarakat Manokwari sudah harus memiliki e-KTP karena untuk persiapan pemilihan presiden.

“Oleh karena itu, kami akan bekerja keras dinas untuk merealisasikannya. Dinas akan tetap berusaha untuk bekerja sesuai dengan kemampuan dan fasilitas yang ada di kantor. Sebab, sekarang ketersediaan blangko untuk pencetakan e-KTP kosong,” akunya.

Blangko e-KTP, kata dia, harus dijemput oleh staf Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal itu karena ada berita acara yang harus ditandatangani.

“Ini menjadi kesulitan bagi daerah karena tidak ada biaya operasional untuk pengambilan blangko, sehingga mau tidak mau pakai perjalanan dinas yang nilainya sangat terbatas. Akan tetapi, hal itu bukan menjadi alasan untuk tidak melayani masyarakat, kita tetap berupaya agar melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya tetap melayani masyarakat dengan cara mengeluarkan surat keterangan (suket) pengganti e-KTP yang masa berlakunya enam bulan. Namun bila blangko sudah ada, maka masyarakat yang mau menganti surat keterangan dengan e-KTP langsung diproses dan bisa dicetak.

Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Manokwari, Harry Ramandey menyatakan, blangko itu punya pemerintah pusat dan cetak di sana, sehingga haus dijemput. Namun dia tidak mengetahui berapa kali dalam sebulan dilakukan penjemputan blangko e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pendatatan Sipil Kabupaten Manokwari, Yoseph Isir sebelumnya mengatakan, sejak Desember 2017 dilakukan perekaman e-KTP tapi hanya mengeluarkan suket pengganti e-KTP karena server induk di pusat untuk menampung semua hasil perekaman tidak mampu. Oleh karena itu, pemerintah pusat membeli alat baru.

“Kendala di situ, sehingga waktu itu kita rekam saja kemudian kita kasih suket. Mulai januari 2018 sampai sekarang kita sudah cetak, sehingga kalau ada masyarakat yang mengeluh karena belum dicetak e-KTP miliknya, itu mungkin karena tidak datang ke kantor saja,” ujarnya.

Dia menyebutkan, sesuai data di dinasnya, sudah 80 persen warga yang melakukan perekaman e-KTP. Apakah sampai pemilu 2019 sudah mencapai target, menurut dia, itu kembali kepada kesadaran masyarakat. “Kami selalu imbau dan untuk Pemilu 2019 syarat utama adalah memiliki e-KTP untuk melakukan pencoblosan, kalau tidak ya tidak,” katanya.

Untuk memenuhi target itu, kata dia, pihaknya sudah turun ke distrik-distrik untuk melakukan perekaman e-KTP. “Sembilan distrik kita sudah turun semua, hampir satu miggu untuk setiap distrik dan antusias masyarakat cukup tinggi,” tukasnya. (CR44)