Pasific Pos.com
Kota Jayapura

394 Pedagang Di Pasar Yotefa Reaktif Cofid-19

Pasar Yotefa Reaktif Cofid-19
dr. Ni Nyoman Sri Antari

Jayapura, sebanyak 1.948 pedagang di pasar Yotefa Abepura mengikuti tes rapid massal yang dilakukan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura selama tiga hari. Dan hasilnya, 394 orang pedagang dinyatakan reaktif yang dilanjutkan dengan pengambilan sample swab di tempat sebanyak 362 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, bahwa setelah melaksanakan tes masal selama tiga hari ditemukan 394 pedagang dinyatakan reaktif. “Rapid tes di Pasar Youtefa hari pertama 73 reaktif dari 523 tes. Hari kedua 163 reaktif dari 535 tes dan hari ketiga 158 reaktif dari 890 test. Jadi dari 1.948 orang pedagang yang ditest di Pasar Youtefa ditemukan 394 pedagang dengan hasil reaktif,” jelas dr. Ni Nyoman, Rabu (24/06).

Sementara itu, dari jumlah tersebut 362 orang sudah dilakukan tes swab langsung di tempat. ‘’Dan sisanya yakni 32 orang masuk di BPSDM, kami berharap sudah diswab di sana,” jelasnya lagi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Robert L.N Awi, ST, MT, mengatakan, pihaknya sebelumnya telah memberikan surat edaran kepada seluruh pedagang yang ada. “Wajib ikuti rapid test ini dan apabila mereka tidak ikuti maka tidak diijinkan berdagang. Kami sangat mengharapkan semua pedagang ikuti rapid tes, karena minggu depan akan kami gelar razia kepada mereka,” ujar Robert Awi.

Artikel Terkait

Pemprov Papua Canangkan Vaksin Covid-19

Bams

Tahanan Dengan Gejala Covid Langsung Rapid Test

Arafura News

Tenaga Kesehatan Terpapar Covid, RSUD Tutup Layanan Umum

Arafura News

Legislator Papua : Jangan Manfaatkan Momentum Covid-19 Untuk Kepentingan Tertentu

Tiara

dr. Aron Rumainum Orang Pertama Divaksin di Papua

Bams

Musa’ad : Vaksin Diberikan pada Orang Sehat

Bams

Terkait Penerapan PSBB, Kapolres : Tindakan Tegas Tetap Akan Dilakukan

Arafura News

10 Orang Divaksin Lebih Dulu di Papua

Bams

Daerah Kasus Tinggi di Papua Jadi Prioritas Distribusi Vaksin Covid-19

Bams