Pasific Pos.com
Headline

258 Warga Distrik Tembagapura Dievakuasi ke Timika

Warga Distrik Tembagapura Dievakuasi ke Timika
Ratusan warga di distrik Tembagapura, Kamis (6/2) di evakuasi ke Timika menggunakan bus karyawan PT Freeport Indonesia karena takut dengan kontak tembak antara pihak TNI Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sejak Senin (2/2) lalu.

Timika, – Ratusan warga di distrik Tembagapura, Kamis (6/2) di evakuasi ke Timika menggunakan bus karyawan PT Freeport Indonesia karena takut dengan kontak tembak antara pihak TNI Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sejak Senin (2/2) lalu.

Warga yang didominasi oleh wanita dan anak-anak tersebut dievakuasi menggunakan 3 bus karyawan PT Freeport Indonesia ke markas Detasemen Kavaleri 3/SC.

Dandim 1710/Mimika Letkol Inf. Pio L Nainggolan mengatakan, evakuasi ratusan warga dari distrik Tembagapura karena takut sejak terjadi kontak tembak di wilayah perkampungan di distrik Tembagapura sejak hari senin lalu.

“Yah, mereka minta untuk turun karena ketakutan, karena ada KKSB yang dari luar Timika masuk ke Timika,” kata Dandim, Kamis (6/2).

Ia mengakui, kontak tembak antara pihak TNI Polri masih berlanjut hingga hari ini, hanya saja intensitasnya mulai menurun. Namun secara sekeluruhan masih aman.

“Untuk kontak tembak masih ada cuma intensitas sudah menurun jauh, Untuk situasi kondusif, dan proses operasional PT Freeport tetap berjalan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, proses evakuasi berjalan lancar setelah pihak TNI Polri yang bertugas di Tembagapura mengevakuasi sebanyak 258 warga ke Timika, dan akan ada proses evakuasi untuk warga lainnya yang diperkirakan tiba di Timika pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIT.

“Untuk proses evakuasi tidak ada kendala, karena semua sudah diurus dengan rekan-rekan (TNI Polri yang ada diatas (Tembagapura) kemudian disalurkan ke Timika dan kami terima untuk segera kita salurkan ke keluarga mereka,” jelasnya.

Sementara Kadistrik Tembagapura Martinus Nuboba mengatakan, ratusan warga dari 3 kampung yakni Banti I, Longsoran dan Opitawak yang dievakuasi karena takut dengan aksi teror penembakan yang terjadi di distrik Tembagapura.

“Situasi di Distrik Tembagapura tidak aman,” kata Martinus saat ditemui di Denkav 3/SC, Kamis (6/2).

Ia menjelaskan, akibat gangguan keamanan membuat masyarakat sulit mendapatkan makanan, yang mana dengan kondisi keamanan mereka tidak bisa berbelanja di kota Tembagapura

“Dengan situasi seperti ini masyarakat tidak bisa mendapat makanan, tidak ada ruang untuk masyarakat membeli makan, sebagian juga ada yang sakit karena lapar, sehingga mereka punya komitmen harus turun ke Timika,” jelasnya.

Selaku Kadistrik berharap agar tidak perlu melakukan gangguan keamanan, tapi mari bersama-sama membangun Mimika melalui pembangunan.

“Harapan kami ke KKB bagaimana supaya kita membangun kabupaten Mimika khusus di 13 kampung di distrik Tembagapura,” harapnya. (Ricky).

Artikel Terkait

Riza Pratama : Kami Sangat Berduka Atas Meninggalnya Rekan Kerja

Fani

Jenazah WNA Korban Penembakan Di Timika Diterbangkan Ke Selandia Baru

Fani

KSB Lakukan Penembakan Untuk Pengakuan Eksistensi

Fani

PTFI Melalui YPMAK Sumbang Rp 2 Miliar untuk Pemkab Mimika

Pieter

KSB Beraksi, Satu Karyawan PTFI Tewas

Fani

TNI Berhasil Pukul Mundur dan Kuasai Markas KSB Di Oksibil

Fani

Pesawat TNI AU Ditembak OTK Di Pegunungan Bintang

Fani

DPD Gerindra Papua Minta Freeport Bantu Masker Untuk Masyarakat Papua

Tiara

Pasca Kontak Tembak yang Menewaskan 4 Orang KKB, Tembagapura Kondusif

Ridwan