Pasific Pos.com
Papua Selatan

25 Ekor Satwa Hasil Sitaan di Merauke Dilepas

Merauke,- Sebanyak 25 ekor satwa yang dilindungi Undang-Undang hasil sitaan tim Operasi Gabungan yang dilakukan oleh Balai Gakkum KLHK bersama stakeholders lainnya, tanggal 14 September 2019 di Merauke dilepas, Senin (14/10/2019)

Jenis satwa yang dilepasliarkan adalah Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory) 19 ekor, Bayan (Eclectus roratus) 5 ekor dan Cenderawasih (Paradisae apoda) 1 ekor.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I Merauke Irwan Efendi., S.Pi, M.Sc menjelaskan bahwa satwa-satwa tersebut telah diperiksa kesehatannya oleh dokter.

Hasil pemeriksaan, semua satwa dalam keadaan sehat dan layak untuk dilepasliarkan ke habitat alami. Selanjutnya ia menyampaikan bahwa kawasan Zona Rimba Taman Nasional Wasur dipilih sebagai lokasi pelepasliaran dengan beberapa pertimbangan terkait kesejahteraan satwa liar diantaranya merupakan habitat alam bagi jenis-jenis satwa tersebut, memiliki luasan yang cukup dan daya dukung habitat yang memadai, termasuk ketersediaan pakan alami yang melimpah, serta terbebas dari aktivitas illegal manusia dan jauh dari pemukiman masyarakat.

Kepala Balai Besar KSDA Papua Edward Sembiring, S.Hut, M.Si meyampaikan bahwa wilayah Papua memiliki keanekaragaman hayati khususnya TSL yang sangat tinggi.

BBKSDA Papua berkomitmen membangun sinergitas secara kolaboratif dengan seluruh stakeholders, melakukan penyadartahuan, meningkatkan pengawasan dan pengendalian, meningkatkan koordinasi lintas sektor, dan melakukan penegakan hukum bagi pelaku.

Hal ini telah tertuang dalam Deklarasi Bersama yang dilakukan pada tanggal 25 September 2019 yang lalu bersama Polda Papua, Kodam XVII Cenderawasih, Lantamal X, Lanud Silas Papare, Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Balai Karantina Ikan, Balai Karantina Pertanian, dan Balai Gakkum LHK Wilayah Papua – Maluku.

Selanjutnya, ia mengajak peran aktif masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan meningkatkan pengawasan dari hulu terhadap penangkapan dan perdagangan TSL oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Satwa-satwa ini lebih indah bila kita melihatnya di alam daripada di sangkar, save satwa liar untuk alam dan anak cucu kita,” katanya.