Pasific Pos.com
Kriminal

24 WNA Masih Diperiksa Imigrasi Tembagapura

 

Timika, 24 warga negara asing (WNA) yang bekerja sebagai pekerja tambang di Nabire pekan lalu diamankan oleh pihak Imigrasi Tembagapura karena dugaan penyalahgunaan ijin pasport.

Saat ini jajaran Kantor Imigrasi Tembagapura, Timika, masih memeriksa 24 warga negara asing tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Tembagapura, Jesaja Samuel Enock mengatakan, terdapat 24 warga negara asing yang kini menjalani pemeriksaan intensif oleh Tim Pengawasan Orang Asing Kantor Imigrasi Tembagapura. Mereka terdiri atas satu orang warga negara Korea Selatan, empat orang warga negara Jepang dan sisanya warga negara Tiongkok.

“Yang warga negara Jepang dan Korea baru tiba dari Nabire hari Senin (18/6). Warga negara Tiongkok sudah tiba di Timika sejak satu pekan lalu,” jelas Samuel di Timika, Selasa (19/6).

Para warga negara asing itu untuk sementara waktu diamankan pada ruang detensi kantor Imigrasi Tembagapura di Timika. Rekan-rekan mereka yang lain dititipkan pada beberapa tempat penginapan/hotel lantaran ruang detensi Imigrasi Tembagapura tidak cukup luas untuk menampung mereka.

“Ada yang kami titipkan di hotel-hotel terdekat dengan diawasi karena ruangan kami terbatas,” jelas Samuel.

Saat ini, katanya, masih terdapat sekitar 19 warga negara asing yang berada di Nabire menunggu pengiriman ke Timika untuk kepentingan pemeriksaan dokumen keimigrasian mereka.

Pihak Imigrasi Tembagapura berencana akan kembali mengunjungi lokasi-lokasi tambang emas rakyat di Kabupaten Nabire untuk mencari tahu keberadaan orang asing yang bekerja di lokasi itu tanpa didukung dengan izin tinggal dan izin bekerja resmi.

“Kami akan kembali ke sana sebab kami menerima informasi bahwa masih banyak tenaga kerja asing yang bekerja di lokasi tambang emas rakyat tanpa pernah melapor ke instansi terkait,” ujarnya

Puluhan warga negara asing asal Tiongkok, Jepang dan Korea itu ditemukan bekerja sebagai buruh di perusahaan tambang rakyat di Lagari, Distrik Samabusa, Kabupaten Nabire.

Puluhan WNA Tiongkok tersebut diketahui bekerja pada dua lokasi perusahaan tambang emas rakyat. Ada yang bertugas mengoperasikan alat berat, supir truk, operator peralatan untuk pemurnian emas, bahkan ada satu perempuan bertugas sebagai juru masak dan dua orang bertugas sebagai penerjemah bahasa.