Pasific Pos.com
Papua Barat

2 Tahun Jual BBM Ilegal, AM dan J ‘Hanya’ Diputus 3 Bulan

Manokwari, TP – Kasus penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara illegal yang dilakukan AM dan J, kepada PT. Pulau Lemon (Pulmon) selaku penadah, akhirnya telah mendapat putusan Pengadilan Negeri (PN) Jayapura.

“Saya kemarin monitor mereka kena putusan 3 bulan kalau tidak salah, kami menghormati itu, cuman apakah yang kita lakukan sudah berdampak di masyarakat?, faktanya dilapangan masih ada banyak antri,” ucap Dirreskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol. Budi Santosa kepada para wartawan di sekitar area Polda Papua Barat, Senin (9/7).

Lanjut dia, melihat hal itu seperti ada sesuatu yang salah, apakah ada kebutuhan, suplai yang kurang, atau memang ada kebocoran disana-sini.

Dengan demikian, diungkapkan Dirreskrimsus, pihaknya masih terus berupaya membuka persoalan ini, tidak berhenti sampai disitu.

Ditanya alasan oknum pekerja di PT. Pulmon tidak ditetapkan sebagai tersangka, dirinya mengaku, sesuai keterangan penyidik PT. Pulmon menerima BBM tersebut dari kedua pelaku sesuai dengan harga industry.

Sebelumnya diberitakan Tabura Pos, Dirreskrimsus mengaku, jika AM dan J menjual BBM bersubsidi secara illegal kepada PT. Pulau Lemon (Pulmon) selaku penadah sudah berlangsung selama 2 tahun.

Terkiat transaksi tersebut, telah diindikasikan ada oknum pegawai PULMON bagian logistic yang bermain, untuk membeli BBM yang didistribusikan kedua pelaku.

Sebab, dari sisi penganggaran ada dana yang disiapkan untuk pembelian BBM industri, hanya saja, di siasati oleh pekerja di level paling bawah yang berhubungan langsung bagian itu.

Dimana, setelah kasus itu terbongkar, penyidik telah menyita sekitar 700 liter, dimana 500 liter berda di mobil tangki, sedangkan 200 liter terdapat di drum plastic, selain itu, barang bukti berupa 1 truk tangki, 2 truk, 1 L300 juga telah di amankan ke Polda Papua Barat. [BOM]